topbella

Rabu, 09 September 2026

KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Seni Rupa
Hari, Tanggal     : Kamis, 10 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Perbedaan warna (gelap, terang, panas dan dingin)
Pertemuan ke   : 5


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan warna gelap, terang, panas dan dingin)

    - Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat mengamati dan mengenali perbedaan warna gelap, terang, panas, dan dingin pada benda atau karya seni di sekitarnya dengan teliti.

    - Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menghubungkan warna gelap, terang, panas, dan dingin dengan kehidupan sehari-hari, seperti warna langit, bunga, buah, pakaian, dan benda di lingkungan sekitar.

    - Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat mengenal warna gelap, terang, panas, dan dingin melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan mencocokkan warna, mengelompokkan warna, mewarnai, dan membuat karya seni sederhana.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

1. Murid dapat mengenal berbagai warna yang terdapat pada benda dan karya seni di lingkungan sekitar.

2. Murid dapat membedakan warna gelap dan warna terang melalui pengamatan sederhana.

3. Murid dapat mengenal dan menyebutkan warna yang termasuk kelompok warna panas dan dingin.

4. Murid dapat mengelompokkan warna menjadi gelap, terang, panas, dan dingin dengan tepat.

πŸ“Œ MATERI SENI RUPA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Benda di lingkungan sekitar


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat mengamati warna terang dan gelap pada benda-benda di sekitar sebagai bukti keindahan ciptaan Allah.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Allah menciptakan berbagai keadaan dan suasana. Kita dapat mengenal warna panas dan warna dingin yang memberikan kesan berbeda pada sebuah karya seni.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Berbagai tumbuhan, buah, dan bunga yang Allah berikan memiliki warna yang beragam. Kita dapat mensyukurinya dengan mengamati dan menggunakan warna gelap, terang, panas, dan dingin dalam karya seni.

Anak-anak hebat, mari kita belajar dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!
Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah dan mampu menghargai keindahan ciptaan-Nya. πŸ’–πŸŒˆ

 


MATERI SENI RUPA

Warna Gelap, Terang, Panas, dan Dingin
A. Apa Itu Warna?
Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang dapat membuat gambar menjadi lebih indah dan menarik. Kita dapat melihat berbagai warna pada benda-benda di sekitar kita. Contohnya:

  • 🍎 Apel berwarna merah.
  • 🌿 Daun berwarna hijau.
  • ☀️ Matahari berwarna kuning.
  • 🌊 Air laut sering digambarkan berwarna biru.

Warna dapat dikelompokkan menjadi warna gelap, warna terang, warna panas, dan warna dingin.

B. Warna Gelap 
Warna gelap adalah warna yang terlihat lebih pekat dan tidak banyak terkena cahaya. Contoh warna gelap:

  • Hitam
  • Biru tua
  • Hijau tua
  • Merah tua
  • Ungu tua
  • Cokelat tua

πŸ–️ Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

Langit pada malam hari terlihat gelap. Batang pohon juga dapat terlihat berwarna cokelat tua. 
Cara membuat warna menjadi lebih gelap: Warna dapat dibuat lebih gelap dengan menambahkan warna hitam sedikit demi sedikit.

Contoh:

  • Merah + sedikit hitam → merah tua
  • Biru + sedikit hitam → biru tua
  • Hijau + sedikit hitam → hijau tua

C. Warna Terang
Warna terang adalah warna yang terlihat cerah dan banyak memantulkan cahaya.
Contoh warna terang:

  • Putih
  • Kuning
  • Merah muda
  • Biru muda
  • Hijau muda
  • Jingga muda

πŸ–️ Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

Awan pada siang hari terlihat putih. Bunga berwarna kuning juga terlihat cerah. 
Cara membuat warna menjadi lebih terang : Warna dapat dibuat lebih terang dengan menambahkan warna putih. 
Contoh:

  • Merah + putih → merah muda
  • Biru + putih → biru muda
  • Hijau + putih → hijau muda

D. Warna Panas

Warna panas adalah warna yang memberikan kesan hangat, bersemangat, kuat, dan berani.

Contoh warna panas:
πŸ”΄ Merah
🟠 Jingga
🟑 Kuning

Warna-warna tersebut mengingatkan kita pada api dan matahari.

Contoh:

  • Api πŸ”₯ → merah, jingga, kuning
  • Matahari ☀️ → kuning
  • Buah jeruk 🍊 → jingga

Kesan warna panas:
❤️ Berani
😊 Semangat
πŸ”₯ Hangat
⚡ Energik

E. Warna Dingin

Warna dingin adalah warna yang memberikan kesan sejuk, tenang, damai, dan nyaman.

Contoh warna dingin:
πŸ”΅ Biru
🟒 Hijau
🟣 Ungu

Warna-warna tersebut mengingatkan kita pada air, langit, dan pepohonan.

Contoh:

  • Air laut 🌊 → biru
  • Langit ☁️ → biru
  • Daun 🌿 → hijau
  • Pegunungan πŸ”️ → hijau

G. Contoh di Sekitar Kita

Coba perhatikan benda-benda berikut.
1. Matahari ☀️
Berwarna kuning dan termasuk warna panas.
2. Laut 🌊
Berwarna biru dan termasuk warna dingin.
3. Api πŸ”₯
Memiliki warna merah, jingga, dan kuning yang termasuk warna panas.
4. Daun 🌿
Berwarna hijau yang termasuk warna dingin.
5. Langit malam πŸŒ™
Dapat digambarkan dengan warna biru tua yang termasuk warna gelap.

H. Ayo Mengingat!
Warna gelap → terlihat pekat dan lebih redup.
Warna terang → terlihat cerah dan lebih bercahaya.
Warna panas → merah, jingga, kuning.
Warna dingin → biru, hijau, ungu.

Ø Soal Asesmen

Ø  Kunci jawaban dan uraian:


πŸ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

Pembelajaran Seni Rupa dengan materi Mengenal Warna Terang, Gelap, Panas, dan Dingin di Sekitar Kita telah dilaksanakan dengan baik. Dari 23 murid, sebanyak 19 murid hadir dan mengikuti pembelajaran, sedangkan 4 murid tidak hadir.

Murid yang hadir mengikuti pembelajaran dengan antusias melalui kegiatan mengamati dan mengenali berbagai warna yang terdapat di lingkungan sekitar. Murid belajar membedakan warna terang dan gelap serta warna panas dan dingin, kemudian menghubungkannya dengan benda-benda yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian besar murid sudah mampu mengenali dan mengelompokkan warna dengan baik. Namun, 2 murid masih memerlukan bimbingan dalam membedakan dan mengelompokkan warna terang, gelap, panas, dan dingin.

Kesimpulan:
Murid mulai memahami perbedaan warna terang, gelap, panas, dan dingin serta mampu menemukan contohnya di lingkungan sekitar. Pembelajaran membantu murid lebih peka dalam mengamati warna dan menggunakannya dalam kegiatan seni rupa.

Tindak lanjut:
Guru akan memberikan bimbingan dan latihan sederhana kepada 2 murid yang masih mengalami kesulitan, serta memberikan penguatan melalui kegiatan mengelompokkan dan mengamati warna agar seluruh murid semakin memahami materi.



KAMIS, 10 SEPTEMBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Matematika
Hari, Tanggal     : Kamis, 10 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Operasi Penjumlahan sampai 100
Pertemuan ke   : 1


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Ø  Tujuan Pembelajaran: Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
  6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
  8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

πŸ“Œ MATERI MATEMATIKA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar memahami bahwa Allah menciptakan, menguasai, dan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita juga dapat belajar menjumlahkan bilangan dengan teliti.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai benda di sekitar kita. Kita dapat belajar berhitung dengan menggunakan benda-benda ciptaan Allah, seperti buah, daun, dan batu untuk melakukan penjumlahan.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Kita belajar berhitung dengan teliti dan tertib, misalnya menggabungkan 20 buah dengan 15 buah menjadi 35 buah.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita dapat menggunakan contoh makanan atau buah sebagai rezeki dari Allah untuk belajar penjumlahan, misalnya 25 apel + 10 apel = 35 apel.

Nah, hari ini kita akan belajar operasi hitung  penjumlahan bilangan sampai 100. Kita akan belajar dengan benda konkret dan prermainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 

A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah: +

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh: 3 + 2 = 5

Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

Jadi: 3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

Jadi: 4 + 3 = 7


C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh: 34 + 25

Bilangan 34 terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

30 + 20 = 50

4 + 5 = 9

Jadi:

34 + 25 = 59


D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh 1

23 + 14 = ...

Puluhan: 20 + 10 = 30

Satuan: 3 + 4 = 7

Jadi: 23 + 14 = 37


Contoh 2

42 + 25 = ...

Puluhan: 40 + 20 = 60

Satuan: 2 + 5 = 7

Jadi: 42 + 25 = 67


E. Penjumlahan dengan Menyimpan

Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

Contoh: 27 + 15

Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

Jadi: 27 + 15 = 42


Contoh lainnya

38 + 24 = ...

Satuan: 8 + 4 = 12

12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

Jadi: 38 + 24 = 62


F. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  24
+ 35
----
59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
  2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
  3. Jadi, 24 + 35 = 59

Contoh dengan menyimpan

  27
+ 15
----
  42

Langkah:

  1. Satuan: 7 + 5 = 12
  2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
  3. Simpan 1 puluhan.
  4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
  5. Jadi, 27 + 15 = 42.

G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 25 pensil.
Ibu memberikan lagi 13 pensil.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

25 + 13 = 38

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
Kemudian datang 18 buku baru.

Berapa jumlah buku sekarang?

42 + 18 = 60

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


🌟 INGAT!

Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

Contoh: 20 + 5 = 25

Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan
➡️ Perhatikan satuan
➡️ Hitung dengan teliti

Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


Ø  Soal Asesmen:


Ø  Kunci jawaban dan uraian:

Penjumlahan Susun ke Bawah

  1. 37 + 28 = 65
  2. 56 + 17 = 73
  3. 64 + 25 = 89
  4. 48 + 36 = 84
  5. 72 + 19 = 91
  6. 85 + 16 = 101

B. Soal Cerita

  1. 27 + 15 = 42 kelereng
  2. 46 + 28 = 74 buku
  3. 35 + 27 = 62 bunga
  4. 52 + 37 = 89 buah
  5. 39 + 26 = 65 siswa

πŸ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

Pembelajaran Matematika dengan materi operasi hitung penjumlahan bilangan sampai 100 dengan cara bersusun ke bawah telah dilaksanakan dengan baik. Dari 23 murid, sebanyak 19 murid hadir dan mengikuti pembelajaran, sedangkan 4 murid tidak hadir.

Murid yang hadir mengikuti pembelajaran melalui kegiatan mengamati contoh, memahami langkah-langkah penjumlahan bersusun ke bawah, serta mengerjakan latihan soal. Sebanyak 6 murid masih memerlukan bimbingan dalam memahami langkah penjumlahan, terutama dalam menempatkan angka sesuai nilai tempat puluhan dan satuan serta menghitung hasil penjumlahan dengan tepat.

Sebagian besar murid sudah mampu mengikuti langkah-langkah penjumlahan bersusun ke bawah dan menyelesaikan soal sederhana sampai 100 dengan cukup baik.

Kesimpulan:
Murid mulai memahami konsep penjumlahan bilangan sampai 100 dengan cara bersusun ke bawah. Namun, masih diperlukan latihan dan pendampingan bagi beberapa murid agar lebih teliti dalam menentukan nilai tempat dan menyelesaikan operasi hitung penjumlahan.

Tindak lanjut:
Guru akan memberikan bimbingan khusus dan latihan bertahap kepada 6 murid yang masih memerlukan bantuan, serta memberikan penguatan kepada seluruh murid melalui latihan penjumlahan bersusun ke bawah agar keterampilan berhitung semakin baik dan percaya diri.

Selasa, 08 September 2026

RABU, 9 SEPTEMBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Pendidikan Anti Korupsi
Hari, Tanggal     : Rabu, 9 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Sikap Disiplin
Pertemuan ke   : 2


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Ø  Tujuan Pembelajaran: 

  1. Menjelaskan arti sikap disiplin dengan sederhana.

  2. Menyebutkan contoh sikap disiplin di sekolah.

  3. Menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah.

  4. Menunjukkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.

Mindful (Berkesadaran)
Murid mampu memahami arti sikap disiplin dengan menyadari pentingnya menaati aturan dan melakukan kegiatan tepat waktu, baik di sekolah maupun di rumah.

Meaningful (Bermakna)
Murid mampu menyebutkan dan menjelaskan contoh sikap disiplin di sekolah dan di rumah serta menghubungkannya dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Murid mampu menunjukkan perilaku disiplin melalui kegiatan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab dan antusias melalui aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. 


Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  • Menjelaskan arti sikap disiplin dengan sederhana.

  • Menyebutkan contoh sikap disiplin di sekolah.

  • Menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah.

  • Menunjukkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.

πŸ“Œ MATERI PENDIDIKAN PANCASILA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

🌟 Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan waktu dan kegiatan yang teratur. Kita dapat menerapkan disiplin dengan datang tepat waktu, menjaga kebersihan, dan merapikan barang setelah digunakan.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Kita belajar disiplin dengan menaati aturan, baik di rumah maupun di sekolah, serta melaksanakan tugas dengan tertib.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita bersyukur atas rezeki Allah dengan menggunakan waktu dengan baik, tidak membuang-buang makanan, dan menyelesaikan tugas tepat waktu.

Disiplin adalah sikap taat dan patuh terhadap aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Anak yang disiplin akan berusaha melakukan kewajibannya dengan baik dan mengikuti aturan yang telah ditentukan.


🏫 Contoh Sikap Disiplin di Sekolah

Beberapa contoh sikap disiplin di sekolah yaitu:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Memakai seragam sesuai aturan.

  3. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.

  4. Mendengarkan guru saat menjelaskan.

  5. Mengerjakan tugas tepat waktu.

  6. Membuang sampah pada tempatnya.

  7. Merapikan alat belajar setelah digunakan.

  8. Mematuhi aturan sekolah.


🏠 Contoh Sikap Disiplin di Rumah

Contoh sikap disiplin di rumah antara lain:

  1. Bangun tidur tepat waktu.

  2. Merapikan tempat tidur.

  3. Makan sesuai waktu.

  4. Belajar sesuai jadwal.

  5. Merapikan mainan setelah bermain.

  6. Membantu orang tua sesuai tugas.

  7. Tidur tepat waktu.


πŸ’‘ Mengapa Kita Harus Disiplin?

Sikap disiplin membuat kita:

🌱 Menjadi anak yang tertib.
🌱 Belajar menjadi anak yang bertanggung jawab.
🌱 Dapat menggunakan waktu dengan baik.
🌱 Dipercaya oleh orang lain.
🌱 Terbiasa melakukan hal-hal yang baik.


Ø  Soal/Post test:

  1. Apa yang dimaksud dengan sikap disiplin?
  2. Sebutkan dua contoh sikap disiplin di sekolah!
  3. Apa yang kamu lakukan agar tidak terlambat datang ke sekolah?
  4. Mengapa kita harus mengerjakan tugas tepat waktu?
  5. Apa yang kamu lakukan jika mendapat jadwal piket kelas?

Ø  Kunci Jawaban

  1. Sikap disiplin adalah sikap menaati aturan dan melakukan sesuatu dengan tertib serta tepat waktu.
  2. Dua contoh sikap disiplin di sekolah: Datang ke sekolah tepat waktu danMengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu.
  3. Agar tidak terlambat datang ke sekolah, saya bangun pagi, bersiap-siap dengan segera, dan berangkat tepat waktu.
  4. Kita harus mengerjakan tugas tepat waktu agar tugas selesai dengan baik, tidak menumpuk, dan melatih sikap bertanggung jawab.
  5. Jika mendapat jadwal piket kelas, saya melaksanakan piket dengan tertib dan bertanggung jawab, seperti menyapu dan merapikan kelas.

πŸ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

Kesimpulan:

Hari ini peserta didik belajar tentang sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan rumah dan sekolah. Peserta didik memahami bahwa disiplin merupakan sikap menaati aturan, melakukan sesuatu dengan tertib, dan menggunakan waktu dengan baik.

Peserta didik memahami bahwa:

  • Disiplin adalah sikap menaati aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.
  • 🏠 Di rumah, sikap disiplin dapat dilakukan dengan bangun tepat waktu, merapikan tempat tidur, belajar sesuai jadwal, merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.
  • 🏫 Di sekolah, sikap disiplin dapat dilakukan dengan datang tepat waktu, memakai seragam sesuai aturan, mengikuti pembelajaran dengan tertib, mendengarkan guru, mengerjakan tugas tepat waktu, dan menaati aturan sekolah.
  • 🌱 Sikap disiplin dapat membuat kehidupan menjadi lebih tertib, bertanggung jawab, dan teratur.
  • ⚠️ Perilaku seperti datang terlambat, menunda tugas, bermain ketika guru menjelaskan, dan membuang sampah sembarangan merupakan contoh perilaku tidak disiplin.

Melalui kegiatan tanya jawab, pengamatan gambar, permainan, diskusi, dan latihan soal, peserta didik berlatih membedakan perilaku yang menunjukkan sikap disiplin dan tidak disiplin.

Peserta didik juga mulai mampu menghubungkan sikap disiplin dengan kegiatan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah. Pembelajaran ini membantu peserta didik mengembangkan sikap tertib, bertanggung jawab, tepat waktu, mandiri, dan mampu menaati aturan dalam kehidupan sehari-hari.

Ø Refleksi Pembelajaran

Kehadiran Peserta Didik:
Jumlah peserta didik 23 orang, dengan 15 peserta didik hadir dan 8 peserta didik tidak hadir, terdiri dari 5 peserta didik sakit dan 3 peserta didik izin.

Kendala:
Terdapat 2 peserta didik yang masih memerlukan bimbingan dalam membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin serta menjelaskan manfaat menerapkan sikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari.

Tindak Lanjut:
Guru akan memberikan penguatan melalui gambar perilaku disiplin, kartu aktivitas, permainan mengelompokkan perilaku disiplin dan tidak disiplin, contoh kegiatan sehari-hari, serta latihan bertahap agar peserta didik dapat memahami dan membiasakan sikap disiplin secara mandiri.

Capaian Tujuan Pembelajaran:
Sebanyak 13 peserta didik telah memahami materi dan mampu menjelaskan pengertian serta mengidentifikasi contoh sikap disiplin di rumah dan di sekolah. Sebanyak 2 peserta didik masih memerlukan bimbingan agar lebih mampu membedakan perilaku disiplin dan tidak disiplin serta menerapkan sikap disiplin secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.


About

Mengenai Saya

Foto Saya
Nur Aisyah, S. Pd.
Lihat profil lengkapku