topbella

Selasa, 03 November 2026

RABU, 4 NOVEMBER 2026

  IDENTITAS

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Pendidikan Anti Korupsi
Hari, Tanggal     : Rabu, 4 November 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Sikap Tanggungjawab
Pertemuan ke   : 3


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Ø  Tujuan Pembelajaran: 

  1. Menjelaskan arti sikap tanggung jawab dengan sederhana.

  2. Menyebutkan contoh sikap tanggung jawab di sekolah.

  3. Menyebutkan contoh sikap tanggung jawab di rumah.

  4. Menunjukkan perilaku tanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari.

Mindful (Berkesadaran)
Murid mampu memahami arti sikap tanggung jawab dengan menyadari pentingnya menaati aturan dan melakukan kegiatan tepat waktu, baik di sekolah maupun di rumah.

Meaningful (Bermakna)
Murid mampu menyebutkan dan menjelaskan contoh sikap tanggung jawab di sekolah dan di rumah serta menghubungkannya dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Murid mampu menunjukkan perilaku tanggung jawab melalui kegiatan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab dan antusias melalui aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. 


Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  • Menjelaskan arti sikap tanggung jawab dengan sederhana.

  • Menyebutkan contoh sikap tanggung jawab di sekolah.

  • Menyebutkan contoh sikap tanggung jawab di rumah.

  • Menunjukkan perilaku tanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari.

📌 MATERI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, pada pertemuan sebelumnya kita sudah belajar mengenal arti sikap tanggung jawab. Masih ingatkah kalian, apa yang dimaksud dengan tanggung jawab?

Nah, hari ini kita akan melanjutkan pembelajaran dengan mengenal contoh sikap tanggung jawab dan cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ibu guru ingin bertanya:

  • Siapa yang pagi tadi merapikan tempat tidurnya sendiri?

  • Jika mendapat jadwal piket, apa yang harus kalian lakukan?

  • Jika selesai bermain, tetapi mainan masih berserakan, apa yang sebaiknya kalian lakukan?

  • Jika tidak sengaja merusakkan barang milik teman, bagaimana seharusnya sikap kalian?

Masyaallah, anak-anak. Merapikan tempat tidur, melaksanakan piket, menyimpan mainan setelah digunakan, dan berani mengakui kesalahan merupakan contoh penerapan sikap tanggung jawab.

Allah Swt. memberikan kita amanah untuk menjaga diri, barang-barang yang kita miliki, dan melaksanakan tugas dengan baik. Oleh karena itu, mari kita belajar membiasakan sikap tanggung jawab mulai dari hal-hal kecil setiap hari.

Hari ini, ananda akan mempelajari berbagai contoh perilaku tanggung jawab di rumah dan di sekolah, membedakan perilaku yang tepat dan tidak tepat, serta mengerjakan soal latihan dengan teliti, jujur, dan percaya diri. 🌷

Ø Materi Pembelajaran: Contoh Sikap Tanggung Jawab dan Penerapannya

A. Sikap Tanggung Jawab di Rumah

Sikap tanggung jawab di rumah dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana yang menjadi tugas kita sehari-hari.

Contohnya:

  1. Merapikan tempat tidur setelah bangun.

  2. Menyimpan mainan setelah selesai bermain.

  3. Menjaga buku dan alat tulis milik sendiri.

  4. Membantu orang tua sesuai kemampuan.

  5. Membuang sampah pada tempatnya.

  6. Mengerjakan tugas sekolah di rumah.

  7. Merapikan perlengkapan sekolah sebelum berangkat.

  8. Menjaga barang yang dipinjam dari anggota keluarga.

Penerapannya: Setelah selesai bermain, kita mengumpulkan dan menyimpan mainan di tempatnya tanpa harus selalu diingatkan.

B. Sikap Tanggung Jawab di Sekolah

Di sekolah, setiap peserta didik memiliki tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan.

Contohnya:

  1. Mengerjakan tugas yang diberikan guru.

  2. Melaksanakan piket sesuai jadwal.

  3. Menjaga buku dan alat tulis.

  4. Menjaga kebersihan kelas.

  5. Merapikan meja dan kursi setelah digunakan.

  6. Mengembalikan buku ke tempatnya.

  7. Menjaga fasilitas sekolah.

  8. Menyelesaikan bagian tugas kelompok.

  9. Mengakui kesalahan dan meminta maaf.

  10. Menjaga barang milik teman yang dipinjam.

Penerapannya: Ketika mendapat jadwal piket, kita melaksanakan tugas bersama teman sesuai pembagian tugas, bukan meninggalkannya atau menyuruh teman mengerjakan semuanya.

C. Membedakan Sikap Bertanggung Jawab dan Tidak Bertanggung Jawab

Contoh perilaku bertanggung jawab:

  • Mengerjakan tugas sampai selesai.

  • Menyimpan alat tulis setelah digunakan.

  • Melaksanakan piket sesuai jadwal.

  • Mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

  • Menjaga barang milik sendiri dan orang lain.

Contoh perilaku tidak bertanggung jawab:

  • Tidak mengerjakan tugas.

  • Membiarkan mainan berserakan.

  • Menghindari jadwal piket.

  • Menyalahkan teman atas kesalahan sendiri.

  • Merusak barang dan tidak mau mengaku.

D. Cara Membiasakan Sikap Tanggung Jawab

Kita dapat membiasakan sikap tanggung jawab dengan cara:

  1. Mengingat tugas dan kewajiban kita.

  2. Melaksanakan tugas tepat waktu.

  3. Menjaga barang yang digunakan.

  4. Tidak bergantung kepada orang lain untuk tugas yang dapat kita lakukan sendiri.

  5. Berani mengakui kesalahan.

  6. Berusaha memperbaiki kesalahan yang dilakukan.

  7. Melakukan kebiasaan baik secara konsisten.

Ingat, anak-anak: Sikap tanggung jawab tidak hanya diucapkan, tetapi harus dilakukan dalam tindakan sehari-hari.


Ø  Soal/Post test

Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat!

1. Setelah selesai bermain, kita harus ... mainan ke tempatnya.

2. Peserta didik yang mendapat jadwal piket harus melaksanakan ....

3. Menjaga buku dan alat tulis milik sendiri merupakan contoh sikap ....

4. Jika melakukan kesalahan, kita harus berani ... dan meminta maaf.

5. Di rumah, kita dapat membantu orang tua sesuai ....

RABU, 4 NOVEMBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal     : Rabu, 28 Oktober 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Sikap mematuhi aturan
Pertemuan ke   : 2

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Ø Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat menjelaskan aturan di lingkungan keluarga

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian aturan.
  2. Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga.
  3. Membedakan perilaku mematuhi dan melanggar aturan.
  4. Menjelaskan manfaat mematuhi aturan.
  5. Menunjukkan sikap mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI:Mematuhi Aturan di Lingkungan Keluarga

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi, penugasan, dan refleksi.

Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, video pembelajaran.


Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. 🤲

Anak-anak, siapa yang setiap pagi merapikan tempat tidur? Siapa yang meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum bermain?

Mengapa kita harus melakukan hal tersebut?

Di rumah terdapat aturan yang harus kita patuhi agar keluarga hidup tertib, nyaman, dan rukun.

Hari ini kita akan belajar tentang mematuhi aturan di lingkungan keluarga, mengetahui contoh aturannya, manfaat mematuhinya, serta akibat jika kita tidak mematuhi aturan.

Materi



A. Apa Itu Aturan?

Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Di dalam keluarga, aturan dibuat agar semua anggota keluarga dapat hidup rukun, tertib, saling menghormati, dan bertanggung jawab.

B. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

Contoh aturan yang dapat dilakukan di rumah:

  • Bangun dan tidur tepat waktu.
  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
  • Berbicara dengan sopan kepada orang tua.
  • Meminta izin sebelum bermain atau pergi.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Merapikan mainan setelah digunakan.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Mendengarkan nasihat Ayah dan Bunda.
  • Makan dengan tertib.
  • Menggunakan barang milik keluarga dengan baik.

C. Sikap Mematuhi Aturan

Mematuhi aturan berarti melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati atau diberikan oleh orang tua.

Contoh:

Aturan: Merapikan mainan setelah bermain.
Sikap: Setelah bermain, kita mengembalikan mainan ke tempatnya.

Aturan: Meminta izin sebelum bermain di luar.
Sikap: Kita meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum pergi bermain.

Aturan: Membantu orang tua.
Sikap: Kita membantu merapikan meja makan atau menyapu sesuai kemampuan.

D. Manfaat Mematuhi Aturan

Jika semua anggota keluarga mematuhi aturan, kehidupan di rumah menjadi:

🌷 Tertib
🌷 Aman
🌷 Nyaman
🌷 Bersih
🌷 Rukun
🌷 Saling menyayangi

Mematuhi aturan juga merupakan bentuk tanggung jawab dan menghormati anggota keluarga.

E. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi:

  • Rumah menjadi tidak tertib.
  • Pekerjaan menjadi terbengkalai.
  • Orang lain merasa terganggu.
  • Terjadi pertengkaran.
  • Lingkungan menjadi kotor.
  • Kita dapat mendapat teguran dari orang tua.

Oleh karena itu, kita harus berusaha mematuhi aturan dengan penuh tanggung jawab.


🇮🇩 F. Aturan Keluarga dan Nilai-Nilai Pancasila

Mematuhi aturan di rumah merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila.

⭐ Sila ke-1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Contoh: berdoa sebelum makan dan menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Contoh: berbicara sopan dan menyayangi anggota keluarga.

🌳 Sila ke-3 – Persatuan Indonesia
Contoh: hidup rukun dan bekerja sama membersihkan rumah.

🐂 Sila ke-4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Contoh: berdiskusi dan mendengarkan pendapat anggota keluarga.

🌾 Sila ke-5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contoh: berbagi dan melaksanakan tugas rumah dengan adil.


🌸 G. Contoh Perilaku di Rumah

Perhatikan contoh berikut!

1. Rani selesai bermain. Ia segera merapikan mainannya.

➡️ Rani mematuhi aturan.

2. Budi ingin bermain di luar rumah. Ia meminta izin kepada Bunda.

➡️ Budi mematuhi aturan.

3. Siti diminta membantu merapikan meja makan, tetapi ia tidak mau.

➡️ Siti belum mematuhi aturan.

4. Ali dan kakaknya bekerja sama membersihkan kamar.

➡️ Ali dan kakaknya mematuhi aturan dan bekerja sama.

🌟 Ingat!

Aturan → Dipatuhi → Rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diamalkan melalui perilaku sehari-hari di keluarga.


Ø Soal Latihan/Asesmen:

Ø Kunci Jawaban/uraian: 

Ø Kesimpulan dan refleksi:


Senin, 02 November 2026

SELASA, 3 NOVEMBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Matematika
Hari, Tanggal     : Selasa, 3 November 2026
Fase/Kelas         : A/II
   Materi                : Makna kalimat matematika =
Pertemuan ke   : 3

Ø Capaian Pembelajaran:

Murid mampu menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar.

Ø Tujuan Pembelajaran

Murid mampu menunjukan pemahaman makna simbol  matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan gambar

  • Mindful (Berkesadaran): Murid menyimak penjelasan dan mengamati nilai pada kedua ruas kalimat matematika dengan teliti.

  • Meaningful (Bermakna): Murid menghubungkan makna tanda sama dengan dengan kegiatan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah pensil, buku, atau benda lainnya.

  • Joyful (Menyenangkan): Murid belajar melalui permainan kartu angka, benda konkret, diskusi, dan tantangan melengkapi kalimat matematika.

Ø Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal simbol sama dengan (=).

  2. Memahami tanda sama dengan sebagai tanda bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.

  3. Menunjukkan kesamaan nilai menggunakan benda konkret dan gambar.

  4. Membaca kalimat matematika yang menggunakan tanda sama dengan.

  5. Menentukan apakah dua kelompok benda memiliki jumlah yang sama.

  6. Melengkapi kalimat matematika sederhana dengan tanda sama dengan.

  7. Menentukan bilangan yang tepat untuk melengkapi kalimat matematika.

  8. Menyelesaikan masalah sederhana terkait kesamaan nilai dalam kehidupan sehari-hari.

 

📌 MATERI

Ø Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

Ø Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 🌸

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! 💖

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🤲

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak sholeh dan sholehah, siapa yang menciptakan alam semesta beserta seluruh isinya? Benar, Allah Swt. adalah Al-Khaliq, Yang Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai macam tumbuhan, buah-buahan, dan hewan dengan bentuk dan jumlah yang beragam. Masyaallah, betapa besar kebesaran Allah! 🌿🍎

Sekarang, coba perhatikan contoh berikut. Allah menciptakan buah apel yang dapat kita amati saat belajar berhitung. Ibu memiliki 3 buah apel, sedangkan Ayah juga memiliki 3 buah apel.

🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Apakah jumlah apel Ibu dan Ayah sama? Ya, jumlahnya sama, yaitu 3 buah apel.

Dalam matematika, kita menuliskannya dengan kalimat 3 = 3. Simbol = dibaca sama dengan dan menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

Bagaimana jika Ibu memiliki 2 buah apel dan Ayah memiliki 4 buah apel? Apakah jumlahnya sama? Tidak, karena 2 tidak sama dengan 4.

Melalui contoh tersebut, hari ini kita akan belajar memahami makna simbol sama dengan (=), membandingkan nilai pada kedua ruas, serta menentukan apakah kalimat matematika memiliki nilai yang sama.

Anak-anak, dengan belajar matematika, kita dapat melatih ketelitian sekaligus mensyukuri nikmat akal dan ilmu yang Allah Swt. berikan. Yuk, belajar dengan semangat, teliti, dan gembira! 🌸📚


📌 MATERI: MAKNA SIMBOL MATEMATIKA “=”

A. Mengenal Simbol Sama Dengan (=)

Simbol = dibaca sama dengan.

Tanda sama dengan digunakan untuk menunjukkan bahwa nilai di sebelah kiri dan nilai di sebelah kanan memiliki jumlah atau nilai yang sama.

Contoh:

3 = 3

Artinya, nilai 3 di sebelah kiri sama dengan nilai 3 di sebelah kanan.

Contoh lainnya:

5 = 5

8 = 8

10 = 10

Ingat, tanda sama dengan bukan sekadar tanda untuk menuliskan jawaban. Tanda ini menunjukkan bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.


B. Memahami Tanda Sama Dengan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎

Di sebelah kiri terdapat 3 apel dan di sebelah kanan terdapat 3 apel.

Karena jumlahnya sama, kalimat matematikanya adalah:

3 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jumlah pensil di kedua kelompok sama-sama 4.

Jadi:

4 = 4

Anak-anak dapat menggunakan stik es krim, pensil, atau benda lain untuk membuktikan bahwa kedua kelompok memiliki jumlah yang sama.


C. Tanda Sama Dengan pada Kalimat Matematika

Tanda sama dengan juga dapat digunakan pada kalimat matematika yang memuat operasi hitung.

Perhatikan contoh berikut.

1. Penjumlahan

2 + 3 = 5

Artinya, hasil dari 2 ditambah 3 adalah 5. Nilai di sebelah kiri sama dengan nilai di sebelah kanan.

2. Pengurangan

7 − 2 = 5

Artinya, hasil dari 7 dikurangi 2 adalah 5. Kedua ruas memiliki nilai yang sama.

3. Kesamaan nilai pada kedua ruas

4 + 2 = 3 + 3

Ruas kiri: 4 + 2 = 6

Ruas kanan: 3 + 3 = 6

Karena kedua ruas bernilai 6, maka:

4 + 2 = 3 + 3

Jadi, tanda sama dengan dapat digunakan ketika kedua ruas memiliki nilai yang sama, meskipun bentuk perhitungannya berbeda.


D. Melengkapi Kalimat Matematika

Anak-anak, perhatikan contoh berikut.

Contoh 1

3 + 2 = ...

3 + 2 = 5

Jadi, bilangan yang tepat adalah 5.

Contoh 2

4 + 1 = 2 + ...

Ruas kiri: 4 + 1 = 5.

Agar ruas kanan bernilai 5, maka 2 + 3 = 5.

Jadi:

4 + 1 = 2 + 3

Contoh 3

6 = 4 + ...

Agar kedua ruas memiliki nilai yang sama, kita mencari bilangan yang jika ditambahkan dengan 4 hasilnya 6.

4 + 2 = 6.

Jadi:

6 = 4 + 2


E. Menentukan Kalimat Matematika yang Benar atau Salah

Perhatikan beberapa contoh berikut.

1. 3 + 2 = 5

Benar, karena kedua ruas bernilai 5.

2. 4 + 1 = 6

Salah, karena ruas kiri bernilai 5, sedangkan ruas kanan bernilai 6.

3. 2 + 4 = 3 + 3

Benar, karena kedua ruas bernilai 6.

4. 7 − 2 = 4

Salah, karena ruas kiri bernilai 5, sedangkan ruas kanan bernilai 4.

Untuk mengetahui benar atau salah, kita harus menghitung nilai pada kedua ruas terlebih dahulu.


F. Tanda Sama Dengan dalam Kehidupan Sehari-hari

Tanda sama dengan dapat membantu kita memahami kesamaan jumlah benda.

Contoh 1

Aisyah memiliki 4 pensil. Bilal juga memiliki 4 pensil.

Kalimat matematikanya:

4 = 4

Jadi, jumlah pensil Aisyah sama dengan jumlah pensil Bilal.

Contoh 2

Di meja terdapat 3 buku dan 2 buku tambahan. Di meja lain terdapat 5 buku.

Kalimat matematikanya:

3 + 2 = 5

Jadi, jumlah buku pada kedua kelompok sama, yaitu 5 buku.


🌟 INGAT!

  • Simbol = dibaca sama dengan.

  • Tanda sama dengan menunjukkan bahwa kedua ruas memiliki nilai yang sama.

  • Kedua ruas dapat berupa bilangan, penjumlahan, atau pengurangan.

  • Bentuk perhitungan boleh berbeda, asalkan nilainya sama.

  • Hitung kedua ruas dengan teliti sebelum menentukan benar atau salah.

Ø Soal Asesmen / Post-Test

Petunjuk: Bacalah setiap soal dengan teliti. Hitunglah nilai kedua ruas jika diperlukan, kemudian jawablah dengan benar.

  1. Perhatikan kalimat matematika berikut: 5 = 5. Apa makna tanda sama dengan pada kalimat tersebut?

  2. Rani memiliki 4 pensil. Dita juga memiliki 4 pensil. Tuliskan kalimat matematika yang menunjukkan bahwa jumlah pensil mereka sama.

  3. Lengkapilah kalimat matematika berikut: 3 + 2 = ....

  4. Perhatikan kalimat matematika berikut: 4 + 2 = 3 + 3. Apakah kalimat matematika tersebut benar? Jelaskan alasanmu.

  5. Di sebelah kiri terdapat 7 kelereng. Di sebelah kanan terdapat 5 kelereng dan 2 kelereng tambahan. Tuliskan kalimat matematika yang menunjukkan kesamaan jumlah kelereng tersebut.



Ø Kunci Jawaban/uraian:


Ø Kesimpulan dan refleksi


About

Mengenai Saya

Foto Saya
Nur Aisyah, S. Pd.
Lihat profil lengkapku