topbella

Selasa, 15 September 2026

RABU, 16 SEPTEMBER 2026

 IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Pendidikan Anti Korupsi
Hari, Tanggal     : Rabu, 16 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Sikap Disiplin
Pertemuan ke   : 3


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Ø  Tujuan Pembelajaran: 

  1. Menjelaskan arti sikap disiplin dengan sederhana.

  2. Menyebutkan contoh sikap disiplin di sekolah.

  3. Menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah.

  4. Menunjukkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.

Mindful (Berkesadaran)
Murid mampu memahami arti sikap disiplin dengan menyadari pentingnya menaati aturan dan melakukan kegiatan tepat waktu, baik di sekolah maupun di rumah.

Meaningful (Bermakna)
Murid mampu menyebutkan dan menjelaskan contoh sikap disiplin di sekolah dan di rumah serta menghubungkannya dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Joyful (Menyenangkan)
Murid mampu menunjukkan perilaku disiplin melalui kegiatan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab dan antusias melalui aktivitas pembelajaran yang menyenangkan. 


Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  • Menjelaskan arti sikap disiplin dengan sederhana.

  • Menyebutkan contoh sikap disiplin di sekolah.

  • Menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah.

  • Menunjukkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.

πŸ“Œ MATERI PENDIDIKAN PANCASILA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

🌟 Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan waktu dan kegiatan yang teratur. Kita dapat menerapkan disiplin dengan datang tepat waktu, menjaga kebersihan, dan merapikan barang setelah digunakan.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Kita belajar disiplin dengan menaati aturan, baik di rumah maupun di sekolah, serta melaksanakan tugas dengan tertib.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita bersyukur atas rezeki Allah dengan menggunakan waktu dengan baik, tidak membuang-buang makanan, dan menyelesaikan tugas tepat waktu.

Disiplin adalah sikap taat dan patuh terhadap aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.

Anak yang disiplin akan berusaha melakukan kewajibannya dengan baik dan mengikuti aturan yang telah ditentukan.


🏫 Contoh Sikap Disiplin di Sekolah

Beberapa contoh sikap disiplin di sekolah yaitu:

  1. Datang ke sekolah tepat waktu.

  2. Memakai seragam sesuai aturan.

  3. Mengikuti pembelajaran dengan tertib.

  4. Mendengarkan guru saat menjelaskan.

  5. Mengerjakan tugas tepat waktu.

  6. Membuang sampah pada tempatnya.

  7. Merapikan alat belajar setelah digunakan.

  8. Mematuhi aturan sekolah.


🏠 Contoh Sikap Disiplin di Rumah

Contoh sikap disiplin di rumah antara lain:

  1. Bangun tidur tepat waktu.

  2. Merapikan tempat tidur.

  3. Makan sesuai waktu.

  4. Belajar sesuai jadwal.

  5. Merapikan mainan setelah bermain.

  6. Membantu orang tua sesuai tugas.

  7. Tidur tepat waktu.


πŸ’‘ Mengapa Kita Harus Disiplin?

Sikap disiplin membuat kita:

🌱 Menjadi anak yang tertib.
🌱 Belajar menjadi anak yang bertanggung jawab.
🌱 Dapat menggunakan waktu dengan baik.
🌱 Dipercaya oleh orang lain.
🌱 Terbiasa melakukan hal-hal yang baik.


Ø  Soal/Post test:


Ø  Kunci Jawaban


πŸ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran


RABU, 16 SEPTEMBER 2026

Identitas
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal     : Rabu, 16 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Pertemuan ke   : 4


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak pembelajaran daring dengan tertib dan memperhatikan contoh perilaku yang sesuai dengan nilai Pancasila.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan perilaku yang dilakukan bersama keluarga di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui kegiatan pengamatan dan checklist penerapan Pancasila di rumah bersama orang tua.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1. Menyebutkan simbol-simbol sila Pancasila.
  2. Menyebutkan bunyi sila-sila Pancasila.
  3. Mengidentifikasi contoh perilaku yang sesuai dengan setiap sila.
  4. Menghubungkan nilai Pancasila dengan kegiatan sehari-hari di rumah.
  5. Mempraktikkan perilaku sesuai nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

πŸ“Œ MATERI PENDIDIKAN PANCASILA

Ø  Model: Discovery Learning
Ø  Metode pembelajaran : Tanya jawab, pengamatan, diskusi, dan penugasan
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga:  LKPD, Video pembelajaran
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Lima sila Pancasila memiliki simbol pada perisai Garuda Pancasila. Nilai-nilai Pancasila dapat kita hubungkan dengan mengenal Allah melalui Asmaul Husna Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq
  • Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan. Kita menerapkan nilai Pancasila dengan menghargai teman, menyayangi sesama, dan hidup rukun.
  • Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Kita menerapkan nilai Pancasila dengan menaati aturan, bermusyawarah, menghargai pendapat, dan menjaga persatuan.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita bersyukur atas rezeki Allah dengan berbagi, membantu teman, bersikap adil, dan tidak membeda-bedakan orang lain.
  •  


    Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Rumah

    Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

    ⭐ Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

    Contoh di rumah:

    • Berdoa sebelum dan sesudah belajar.
    • Melaksanakan ibadah.
    • Bersyukur kepada Allah Swt.
    • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

    ⛓️ Sila ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    Contoh di rumah:

    • Menyayangi anggota keluarga.
    • Berbicara dengan sopan.
    • Membantu orang tua.
    • Tidak mengejek saudara.

    🌳 Sila ke-3: Persatuan Indonesia

    Contoh di rumah:

    • Hidup rukun bersama keluarga.
    • Bekerja sama membersihkan rumah.
    • Tidak bertengkar dengan saudara.
    • Menjaga kerukunan keluarga.

    πŸ‚ Sila ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

    Contoh di rumah:

    • Mendengarkan pendapat anggota keluarga.
    • Berdiskusi ketika menentukan kegiatan bersama.
    • Tidak memaksakan kehendak.
    • Menerima keputusan bersama.

    🌾 Sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    Contoh di rumah:

    • Berbagi dengan saudara.
    • Membagi tugas rumah dengan adil.
    • Tidak berebut.
    • Menghargai hak anggota keluarga. 

    Ø Soal Asesmen / Post Test

     



    Ø Kunci Jawaban/uraian: 

      Ø Kesimpulan dan refleksi:



    Senin, 14 September 2026

    SELASA, 15 SEPTEMBER 2026

    Identitas
    Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
    Mata Pelajaran  : B.INDONESIA
    Hari, Tanggal     : Selasa, 15 September 2026
    Fase/Kelas         : A/II
    Materi                : Cara mendapatkan informasi dari grafik
    Pertemuan ke   : 2


    Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


    Ø Tujuan Pembelajaran: Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati grafik dengan teliti dan menyadari bahwa grafik dapat membantu menyajikan informasi dengan lebih mudah.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan informasi dalam grafik dengan kehidupan sehari-hari, seperti jumlah benda, makanan kesukaan, kegiatan, atau data sederhana lainnya.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar membaca grafik melalui kegiatan mengamati gambar, tanya jawab, permainan mencari informasi, diskusi, dan latihan sederhana.
        
    Ø Alur Tujuan Pembelajaran
    1. Mengenal grafik sebagai salah satu bentuk penyajian informasi.
    2. Mengamati judul dan isi grafik sederhana.
    3. Membaca informasi yang terdapat dalam grafik.
    4. Menemukan informasi penting berdasarkan grafik.
    5. Membandingkan jumlah data pada grafik.
    6. Menjawab pertanyaan berdasarkan informasi dalam grafik.
    7. Menyampaikan kembali informasi yang diperoleh dari grafik secara sederhana.

    πŸ“Œ MATERI BAHASA INDONESIA

    Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
    Ø  Metode: Membaca, mengamati, tanya jawab, diskusi
    Ø Media Pembelajaran/Alat Peraga LKPD, teks informasi,  video pembelajaran, grafik sederhana

    Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, coba perhatikan benda-benda yang ada di sekitar kalian. Misalnya, ada buku, pensil, penghapus, dan krayon.

    Kalau Ibu ingin mengetahui benda apa yang jumlahnya paling banyak, bagaimana cara kita mengetahuinya?

    Nah, kalau jumlahnya banyak, kita bisa mencatatnya dalam bentuk data. Data tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik agar lebih mudah dilihat dan dipahami.

    Coba bayangkan, jika ada banyak data seperti jumlah siswa yang suka membaca, menggambar, bermain bola, dan bernyanyi. Apakah kita bisa mengetahui mana yang paling banyak hanya dengan melihat daftar angka?

    Ternyata ada cara yang lebih mudah, yaitu dengan menggunakan grafik. πŸ“Š

    Hari ini kita akan belajar cara mendapatkan informasi dari grafik. Kita akan belajar membaca judul grafik, melihat jumlah data, membandingkan data, serta menemukan informasi yang paling banyak dan paling sedikit.

    Anak-anak, mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. Karena dengan membaca informasi dengan teliti, kita dapat memahami sesuatu dengan benar. ✨

     



    A. Mengenal Grafik

    Grafik adalah gambar yang digunakan untuk menyajikan informasi atau data agar lebih mudah dibaca dan dipahami.

    Dengan melihat grafik, kita dapat mengetahui jumlah, perbandingan, dan informasi penting dengan lebih mudah.

    Contohnya, grafik dapat menunjukkan:

    • makanan kesukaan siswa;
    • warna kesukaan siswa;
    • jumlah buku yang dibaca;
    • jumlah siswa yang mengikuti suatu kegiatan;
    • jumlah buah yang dimiliki.

    B. Cara Mendapatkan Informasi dari Grafik

    Untuk mendapatkan informasi dari grafik, kita dapat melakukan beberapa langkah berikut.

    1. Membaca judul grafik.
    2. Judul membantu kita mengetahui informasi yang disajikan.
    3. Mengamati gambar, simbol, atau batang pada grafik.
    4. Perhatikan setiap data dengan teliti.
    5. Menghitung atau membaca jumlah data.
    6. Kita dapat mengetahui banyaknya suatu benda atau pilihan.
    7. Membandingkan data.
    8. Kita dapat mengetahui data yang paling banyak dan paling sedikit.
    9. Menjawab pertanyaan berdasarkan grafik.
    10. Jawaban harus sesuai dengan informasi yang terdapat pada grafik.

      Contoh Grafik Sederhana:



      C. Informasi Penting dalam Grafik

      Dari sebuah grafik, kita dapat menemukan informasi seperti:

      1. Data yang paling banyak.
      2. Data yang paling sedikit.
      3. Jumlah setiap data.
      4. Perbandingan antara dua data.
      5. Selisih jumlah dua data.
      6. Kesimpulan sederhana berdasarkan grafik.

      D. Kosakata Baru



      E. Cara Membaca Grafik

      Saat membaca grafik, lakukan dengan teliti.

      Ingat langkahnya:

      Baca judul → Amati data → Baca jumlah → Bandingkan → Temukan informasi → Buat kesimpulan.


      Ø Soal Asesmen / Post Test:




      Ø Jawaban atau uraian:

      1. Grafik Warna Kesukaan Siswa

      1. 4 siswa
      2. 7 siswa
      3. Hijau
      4. Ungu
      5. 6 siswa

      2. Tabel dan Kalimat

      WarnaBanyak Siswa
      Merah4 siswa
      Biru7 siswa
      Hijau9 siswa
      Kuning5 siswa
      Ungu3 siswa

      Kalimat:

      1. Warna merah disukai oleh 4 siswa.
      2. Warna biru disukai oleh 7 siswa.
      3. Warna hijau disukai oleh 9 siswa.
      4. Warna kuning disukai oleh 5 siswa.
      5. Warna ungu disukai oleh 3 siswa.

      3. Grafik Banyak Buku yang Dibaca

      1. 2 siswa
      2. 8 siswa
      3. 4 siswa
      4. 1 siswa
      5. 13 siswa


      Ø Kesimpulan dan refleksi:

      Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi Membaca Informasi dari Grafik telah dilaksanakan dengan baik. Dari 23 murid, seluruhnya hadir dan mengikuti pembelajaran.

      Murid mengikuti kegiatan dengan antusias melalui pengamatan grafik, membaca data, menjawab pertanyaan, dan membandingkan informasi. Sebagian besar murid sudah mampu memahami informasi yang terdapat pada grafik dan menjawab pertanyaan berdasarkan data dengan tepat.

      Namun, 4 murid masih memerlukan bimbingan dalam menentukan selisih pada data, terutama dalam membandingkan dua data dan melakukan pengurangan untuk memperoleh hasil selisih.

      Kesimpulan:
      Murid sudah memahami cara membaca dan menemukan informasi dari grafik. Pembelajaran juga membantu murid mengembangkan kemampuan membandingkan data dan menentukan selisih dalam bentuk sederhana.

      Tindak lanjut:
      Guru akan memberikan latihan tambahan dan bimbingan kepada 4 murid yang masih mengalami kesulitan dalam menentukan selisih data. Latihan akan dilakukan secara bertahap menggunakan contoh grafik sederhana agar murid lebih mudah memahami dan mampu menentukan selisih dengan tepat.

      SELASA, 15 SEPTEMBER 2026

      IDENTITAS
      Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
      Mata Pelajaran  : Matematika
      Hari, Tanggal     : Selasa, 15 September 2026
      Fase/Kelas         : A/II
      Materi                : Operasi Penjumlahan sampai 100
      Pertemuan ke   : 2


      Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

      Ø  Tujuan Pembelajaran: Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

      • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
      • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
      • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

      Ø  Alur Tujuan Pembelajaran:

      1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
      2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
      3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
      4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
      5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
      6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
      7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
      8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
      9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

      πŸ“Œ MATERI MATEMATIKA

      Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
      Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


      Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
      Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
      Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
      Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

      Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar memahami bahwa Allah menciptakan, menguasai, dan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita juga dapat belajar menjumlahkan bilangan dengan teliti.

      1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
        Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai benda di sekitar kita. Kita dapat belajar berhitung dengan menggunakan benda-benda ciptaan Allah, seperti buah, daun, dan batu untuk melakukan penjumlahan.
      2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
        Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Kita belajar berhitung dengan teliti dan tertib, misalnya menggabungkan 20 buah dengan 15 buah menjadi 35 buah.
      3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
        Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita dapat menggunakan contoh makanan atau buah sebagai rezeki dari Allah untuk belajar penjumlahan, misalnya 25 apel + 10 apel = 35 apel.

      Nah, hari ini kita akan belajar operasi hitung  penjumlahan bilangan sampai 100. Kita akan belajar dengan benda konkret dan prermainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

       

      A. Apa Itu Penjumlahan?

      Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

      Tanda penjumlahan adalah: +

      Tanda sama dengan adalah: =

      Contoh: 3 + 2 = 5

      Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


      B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

      Perhatikan contoh berikut.

      🍎🍎🍎 + 🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

      Jadi: 3 + 2 = 5

      Contoh lainnya:

      ✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

      Jadi: 4 + 3 = 7


      C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

      Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

      Contoh: 34 + 25

      Bilangan 34 terdiri dari:

      • 3 puluhan = 30
      • 4 satuan = 4

      Bilangan 25 terdiri dari:

      • 2 puluhan = 20
      • 5 satuan = 5

      Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

      30 + 20 = 50

      4 + 5 = 9

      Jadi:

      34 + 25 = 59


      D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

      Contoh 1

      23 + 14 = ...

      Puluhan: 20 + 10 = 30

      Satuan: 3 + 4 = 7

      Jadi: 23 + 14 = 37


      Contoh 2

      42 + 25 = ...

      Puluhan: 40 + 20 = 60

      Satuan: 2 + 5 = 7

      Jadi: 42 + 25 = 67


      E. Penjumlahan dengan Menyimpan

      Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

      Contoh: 27 + 15

      Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

      12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

      Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

      Jadi: 27 + 15 = 42


      Contoh lainnya

      38 + 24 = ...

      Satuan: 8 + 4 = 12

      12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

      Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

      Jadi: 38 + 24 = 62


      F. Penjumlahan Bersusun

      Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

      Contoh:

        24
      + 35
      ----
      59

      Langkah:

      1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
      2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
      3. Jadi, 24 + 35 = 59

      Contoh dengan menyimpan

        27
      + 15
      ----
        42

      Langkah:

      1. Satuan: 7 + 5 = 12
      2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
      3. Simpan 1 puluhan.
      4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
      5. Jadi, 27 + 15 = 42.

      G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

      Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

      Contoh 1

      Dina mempunyai 25 pensil.
      Ibu memberikan lagi 13 pensil.

      Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

      25 + 13 = 38

      Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

      Contoh 2

      Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
      Kemudian datang 18 buku baru.

      Berapa jumlah buku sekarang?

      42 + 18 = 60

      Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


      🌟 INGAT!

      Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

      Contoh: 20 + 5 = 25

      Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

      ➡️ Perhatikan puluhan
      ➡️ Perhatikan satuan
      ➡️ Hitung dengan teliti

      Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


      Ø  Soal Asesmen:



      Ø  Kunci jawaban dan uraian:

      1. 60

      2. 82

      3. 85

      4. 92

      5. 90

      6. 82

      7. 85

      8. 92

      9. 93

      10. 83

      πŸ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

      Pembelajaran Matematika dengan materi Operasi Hitung Penjumlahan dengan Cara Bersusun ke Bawah telah dilaksanakan dengan baik. Dari 23 murid, seluruhnya hadir dan mengikuti pembelajaran.

      Murid mengikuti pembelajaran dengan antusias melalui kegiatan mengamati contoh, memahami langkah-langkah penjumlahan bersusun ke bawah, dan mengerjakan latihan soal. Sebagian besar murid sudah mampu melakukan penjumlahan bilangan dengan cara bersusun ke bawah dengan cukup baik.

      Namun, 5 murid masih memerlukan bimbingan, terutama dalam menempatkan angka sesuai nilai tempat puluhan dan satuan, melakukan penjumlahan secara berurutan, serta menentukan hasil akhir dengan tepat.

      Kesimpulan:
      Murid sudah mulai memahami konsep dan langkah-langkah operasi hitung penjumlahan dengan cara bersusun ke bawah. Dengan latihan yang berulang dan bimbingan yang tepat, kemampuan berhitung murid diharapkan semakin meningkat.

      Tindak lanjut:
      Guru akan memberikan bimbingan dan latihan tambahan kepada 5 murid yang masih mengalami kesulitan, serta memberikan penguatan kepada seluruh murid melalui latihan bertahap agar lebih teliti dan percaya diri dalam menyelesaikan operasi penjumlahan bersusun ke bawah.

      About

      Mengenai Saya

      Foto Saya
      Nur Aisyah, S. Pd.
      Lihat profil lengkapku