topbella

Kamis, 03 September 2026

IDENTITAS

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : B.INDONESIA
Hari, Tanggal     : Jum'at, 4 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Kalimat dengan struktur S-P-O
Pertemuan ke   : 4


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mmahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. (kalimat kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek))

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar )kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) dengan tepat).

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak percakapan dengan saksama dan menemukan informasi penting serta mengenali bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun kalimat S-P-O melalui permainan menyusun kartu kata, melengkapi kalimat, membaca percakapan, dan membuat kalimat sederhana.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: Mengidentifikasi unsur S-P-O dalam kalimat sederhana dan menyusun kalimat dengan struktur S-P-O dengan tepat.

πŸ“Œ MATERI BAHASA INDONESIA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar memahami informasi melalui percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Kita dapat membuat percakapan sederhana tentang ciptaan Allah dengan kalimat S-P-O, misalnya: “Ibu memasak nasi.”
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita dapat memahami percakapan tentang keluarga dan lingkungan dengan memperhatikan siapa yang melakukan kegiatan dan apa yang dilakukan, misalnya: “Ayah membaca buku.”
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita dapat memahami percakapan tentang rezeki dan kegiatan sehari-hari, misalnya: “Ibu membeli buah.” Kita belajar mendengarkan dengan baik dan menyebutkan kalimat S-P-O dengan tepat.

Perhatikan Video berikut!

 

 

A. Apa Itu Kalimat?

Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna.

Contoh:

Ibu memasak nasi.

Kalimat tersebut memiliki tiga bagian:

  • S (Subjek): Ibu → orang yang melakukan kegiatan.
  • P (Predikat): memasak → kegiatan yang dilakukan.
  • O (Objek): nasi → sesuatu yang dikenai kegiatan.

Jadi:

Ibu | memasak | nasi.
  S   |        P         |  O

 

B. Mengenal S-P-O

1. Subjek (S)
Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan.

Contoh:

  • Ayah
  • Ibu
  • Rani
  • Kakak

2. Predikat (P)
Predikat adalah kata yang menunjukkan kegiatan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • membawa
  • membeli
  • mencuci

3. Objek (O)
Objek adalah sesuatu yang dikenai kegiatan.

Contoh:

  • buku
  • pensil
  • makanan
  • baju
  • bola

 

C. Contoh Kalimat S-P-O

  1. Rani membaca buku.
    S = Rani
    P = membaca
    O = buku
  2. Ayah mencuci mobil.
    S = Ayah
    P = mencuci
    O = mobil
  3. Ibu membeli sayur.
    S = Ibu
    P = membeli
    O = sayur
  4. Kakak membawa tas.
    S = Kakak
    P = membawa
    O = tas.

 

πŸ’¬ D. Percakapan Sederhana

Alya: “Rani, apa yang kamu lakukan?”
Rani: “Aku membaca buku.”
Alya: “Buku apa yang kamu baca?”
Rani: “Aku membaca buku cerita.”

 

Contoh kalimat S-P-O dalam percakapan:

Aku | membaca | buku cerita.
       |                        O

Ø  Soal Asesmen:


Ø  Kunci jawaban dan uraian:


πŸ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran


IDENTITAS

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Seni Rupa
Hari, Tanggal     : Jum'at, 4 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                :  Warna Sekunder
Pertemuan ke   : 4


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan Warna primer dan warna sekunder)

    - Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat secara sadar mengamati dan mengenali perbedaan warna pada benda dan karya seni di sekitarnya serta menyebutkan warna primer dengan tepat.

    - Meaningful (Bermakna) : Murid dapat mengaitkan warna sekunder dengan kehidupan sehari-hari dan keindahan ciptaan Allah, seperti warna bunga, buah, langit, dan benda di lingkungan sekitar.

    - Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat belajar mengenal warna sekunder melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan mencari warna, mencocokkan warna, mewarnai, dan mencampur warna sederhana.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1. Menjelaskan pencampuran dua warna primer menjadi warna sekunder.
  2. Mempraktikkan pencampuran warna primer untuk menghasilkan warna sekunder.

πŸ“Œ MATERI SENI RUPA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Clay, Benda di lingkungan sekitar


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan seluruh alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat mengamati warna bunga, buah, daun, dan langit sebagai contoh keindahan ciptaan Allah.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar menjaga dan menghargai keindahan warna yang ada di sekitar kita serta mengenal warna primer, yaitu merah, kuning, dan biru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita dapat mensyukuri rezeki dengan menggunakan warna secara kreatif dalam karya seni dan menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur

Anak-anak hebat, mari kita belajar dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!
Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah dan mampu menghargai keindahan ciptaan-Nya. πŸ’–πŸŒˆ

 


1. Apa Itu Warna Sekunder?

Warna sekunder adalah warna yang dihasilkan dari pencampuran dua warna primer dengan jumlah yang seimbang.

2. Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar yang tidak berasal dari campuran warna lain.

Ada 3 warna primer:

  • πŸ”΄ Merah
  • 🟑 Kuning
  • πŸ”΅ Biru

3. Macam-Macam Warna Sekunder

Campuran Warna PrimerMenghasilkan
πŸ”΄ Merah + 🟑 Kuning🟠 Jingga/Oranye
🟑 Kuning + πŸ”΅ Biru🟒 Hijau
πŸ”΄ Merah + πŸ”΅ Biru🟣 Ungu

4. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

🟠 Jingga dapat kita lihat pada warna jeruk dan wortel.
🟒 Hijau dapat kita lihat pada daun dan rumput.
🟣 Ungu dapat kita lihat pada bunga tertentu, seperti bunga violet.


Warna sekunder terdiri dari jingga, hijau, dan ungu. Warna sekunder diperoleh dengan mencampurkan dua warna primer.

🎨 Merah + Kuning = Jingga
🎨 Kuning + Biru = Hijau
🎨 Merah + Biru = Ungu

Ø Soal Asesmen



Ø  Kunci jawaban dan uraian:


πŸ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran


IDENTITAS

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Pembiasaan Adab
Hari, Tanggal     : Jum'at, 4 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Adab Kepada Orang Tua
Pertemuan ke   : 1


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu membiasakan sikap menghormati, menyayangi, dan menaati orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid mampu menghormati orang tua di rumah.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak cerita atau percakapan tentang sikap kepada orang tua dengan saksama serta menyadari pentingnya bersikap sopan dan menghormati orang tua.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan materi menghormati orang tua dengan pengalaman dan kegiatan sehari-hari di rumah.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui permainan, gambar, percakapan sederhana, tanya jawab, dan kegiatan memilih sikap yang baik kepada orang tua.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1. Menyimak cerita atau percakapan tentang menghormati orang tua.
  2. Mengenal pentingnya menghormati orang tua.
  3. Menyebutkan contoh adab kepada orang tua di rumah.
  4. Membedakan sikap yang baik dan tidak baik kepada orang tua.
  5. Mempraktikkan cara berbicara dan bersikap sopan kepada orang tua.
  6. Membiasakan membantu, menaati, dan menyayangi orang tua.

πŸ“Œ MATERI PEMBIASAAN ADAB

Ø  Model/Metode pembelajaran: Menyimak, tanya jawab, diskusi, bercerita, bermain peran, mengamati gambar, dan latihan.
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak hebat, coba ingat kembali. Siapa yang selalu merawat dan menyayangi kalian di rumah?

“Ayah dan Ibu.” ❤️

Ayah dan Ibu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kita. Karena itu, kita harus menyayangi dan menghormati mereka. Hari ini kita akan belajar tentang “Menghormati Orang Tua di Rumah.”

Coba pikirkan:

⭐ Apakah kamu selalu berbicara dengan sopan kepada Ayah dan Ibu?

⭐ Apakah kamu membantu Ayah dan Ibu di rumah?

⭐ Apakah kamu mendengarkan nasihat orang tua?

⭐ Apakah kamu mengucapkan terima kasih setelah dibantu?

Mari kita belajar menjadi anak yang sopan, penyayang, suka membantu, dan menghormati orang tua. ❤️

 

Orang tua adalah orang yang sangat berjasa dalam merawat, menyayangi, mendidik, dan memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu, kita harus menghormati dan menyayangi orang tua. Menghormati orang tua merupakan salah satu akhlak yang baik.

A. Apa Arti Menghormati Orang Tua?

Menghormati orang tua berarti menunjukkan rasa sayang, sopan, dan patuh kepada Ayah dan Ibu melalui perkataan maupun perbuatan.

Menghormati tidak harus dengan hal yang sulit. Kita dapat melakukannya mulai dari kebiasaan kecil setiap hari.

Contohnya:

  • Menyapa Ayah dan Ibu ketika bertemu.
  • Berpamitan ketika akan pergi.
  • Mendengarkan ketika diberi nasihat.
  • Membantu pekerjaan sederhana di rumah.
  • Tidak berkata kasar.
  • Mengucapkan terima kasih.

B. Menghormati Orang Tua melalui Perbuatan Kecil

Anak yang menghormati orang tua dapat melakukan berbagai kebiasaan baik berikut.

πŸ›️ Saat Bangun Tidur

Setelah bangun tidur, kita dapat:

  • Merapikan tempat tidur sendiri.
  • Berdoa.
  • Mengucapkan salam kepada orang tua.

Dengan melakukan tugas sendiri, kita sudah membantu meringankan pekerjaan orang tua.

🍽️ Saat Makan

Ketika makan bersama keluarga, kita dapat:

  • Duduk dengan sopan.
  • Tidak memilih-milih makanan secara berlebihan.
  • Membantu mengambilkan makanan.
  • Mengucapkan terima kasih setelah makan.

🧸 Setelah Bermain

Setelah selesai bermain, kita sebaiknya:

  • Merapikan mainan.
  • Mengembalikan barang ke tempatnya.
  • Tidak meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan.

Hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab dan membantu orang tua.


C. Sikap Ketika Orang Tua Sedang Sibuk

Kadang Ayah dan Ibu sedang bekerja atau melakukan pekerjaan rumah.

Apa yang dapat kita lakukan?

❌ Jangan mengganggu secara berlebihan.

❌ Jangan hanya menunggu untuk dilayani.

✅ Kita dapat melakukan pekerjaan sendiri.

✅ Kita dapat menawarkan bantuan.

Contoh:

Ibu sedang mencuci piring.

Rafi berkata,
"Ibu, apakah ada yang bisa aku bantu?"

Rafi kemudian membantu mengeringkan meja makan.

Sikap Rafi menunjukkan rasa peduli dan menghormati Ibunya.


D. Ketika Keinginan Kita Tidak Dituruti

Tidak semua keinginan kita dapat langsung dipenuhi oleh orang tua.

Misalnya, kita ingin membeli mainan baru, tetapi Ayah berkata bahwa saat ini belum bisa membelinya.

Sikap yang baik adalah:

  • Tidak marah.
  • Tidak menangis berlebihan.
  • Tidak memaksa.
  • Menerima penjelasan orang tua dengan sabar.

Kita dapat berkata:

"Baik, Ayah. Tidak apa-apa. Mungkin lain kali."

Menghormati orang tua juga berarti belajar menerima keputusan mereka dengan sikap yang baik.


E. Ketika Orang Tua Memberikan Nasihat

Nasihat diberikan karena orang tua menyayangi kita.

Misalnya:

Ibu berkata:
"Jangan lupa belajar sebelum bermain."

Sikap yang baik adalah mendengarkan dan melaksanakan nasihat tersebut.

Namun, sikap berikut perlu dihindari:

πŸ™… Menutup telinga.

πŸ™… Pergi ketika dinasihati.

πŸ™… Membantah dengan kasar.

πŸ™… Mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.


F. Kata-Kata yang Membuat Orang Tua Senang

Perkataan yang baik dapat membuat suasana rumah menjadi nyaman.

Biasakan menggunakan kata-kata berikut:

🌸 "Tolong, Ayah."

🌸 "Terima kasih, Ibu."

🌸 "Maaf, Ayah."

🌸 "Baik, Ibu."

🌸 "Boleh aku membantu?"

Kata-kata sederhana tersebut menunjukkan bahwa kita memiliki sikap sopan.


G. Tantangan Anak Hebat di Rumah

Mulai hari ini, mari melakukan 5 Kebiasaan Anak Berbakti:

⭐ Merapikan barang sendiri.

⭐ Berbicara dengan suara lembut.

⭐ Membantu orang tua tanpa diminta.

⭐ Mendengarkan nasihat dengan baik.

⭐ Mengucapkan terima kasih dan meminta maaf.

Ingat!
Menghormati orang tua bukan hanya dilakukan ketika diminta oleh guru. Sikap menghormati harus menjadi kebiasaan yang dilakukan setiap hari di rumah.

Ø  Soal/Post test:

Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

  1. Siapakah orang yang harus kita hormati di rumah?
  2. Mengapa kita harus menghormati orang tua?
  3. Sebutkan dua contoh sikap menghormati orang tua!
  4. Bagaimana cara berbicara kepada orang tua?
  5. Apa yang harus kita ucapkan ketika meminta bantuan kepada orang tua?

Ø  Kunci jawaban dan uraian:



πŸ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran


About

Mengenai Saya

Foto Saya
Nur Aisyah, S. Pd.
Lihat profil lengkapku