topbella

Minggu, 04 Oktober 2026

SENIN, 5 OKTOBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : B.INDONESIA
Hari, Tanggal     : Senin, 5 Oktober 2026
Fase/Kelas         : A/II
   Materi                : Kalimat aktif dan pasif
Pertemuan ke   : 2


ร˜  Capaian Pembelajaran: Murid mampu membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.


ร˜ Tujuan Pembelajaran: Murid mampu membaca dan memahami informasi sederhana yang disajikan dalam grafik dengan menemukan informasi penting, membandingkan data, serta menyampaikan informasi berdasarkan grafik dengan tepat.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat mengamati grafik dengan teliti dan menyadari bahwa grafik dapat membantu menyajikan informasi dengan lebih mudah.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan informasi dalam grafik dengan kehidupan sehari-hari, seperti jumlah benda, makanan kesukaan, kegiatan, atau data sederhana lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar membaca grafik melalui kegiatan mengamati gambar, tanya jawab, permainan mencari informasi, diskusi, dan latihan sederhana.

 ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal kata kerja melalui kegiatan sehari-hari.
  2. Mengenal pengertian kata kerja aktif dan pasif.
  3. Mengidentifikasi kata kerja aktif dalam kalimat sederhana.
  4. Mengidentifikasi kata kerja pasif dalam kalimat sederhana.
  5. Membedakan kalimat aktif dan kalimat pasif.
  6. Mengubah kalimat aktif menjadi kalimat pasif sederhana.
  7. Mengubah kalimat pasif menjadi kalimat aktif sederhana.
  8. Membuat kalimat sederhana menggunakan kata kerja aktif dan pasif.


๐Ÿ“Œ MATERI: kata Kerja Aktif dan Kata Kerja Pasif

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode: Mengamati, membaca, tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan mencari kata, penugasan, dan latihan terbimbing.

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu kata, video pembelajaran


ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! ๐Ÿ’–

Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Anak-anak, coba perhatikan kegiatan yang kalian lakukan setiap hari. Misalnya, Ibu memasak, Ayah mencuci mobil, atau Kakak membaca buku.

Menurut kalian, apa yang dilakukan Ibu, Ayah, dan Kakak?

Benar, mereka melakukan suatu kegiatan. Kata yang menunjukkan kegiatan disebut kata kerja.

Allah Swt. menciptakan manusia dengan kemampuan untuk melakukan berbagai kegiatan dan menggunakan anggota tubuh dengan baik. Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan kita untuk melakukan kebaikan. ✨

Hari ini kita akan belajar kata kerja aktif dan kata kerja pasif. Kita akan belajar membedakan kalimat yang menunjukkan seseorang melakukan kegiatan dan kalimat yang menunjukkan seseorang atau sesuatu dikenai kegiatan. Mari kita belajar dengan teliti, semangat, dan gembira. ๐ŸŒท

A. Mengenal Kata Kerja

Kata kerja adalah kata yang menunjukkan suatu kegiatan atau tindakan.

Contoh:

  • membaca
  • menulis
  • menyapu
  • mencuci
  • memasak
  • bermain
  • menggambar
  • membawa
  • membuka
  • menutup

Contoh dalam kalimat:

  • Siti membaca buku.
  • Ibu memasak nasi.
  • Budi menulis surat.
  • Ayah mencuci mobil.

Kata membaca, memasak, menulis, dan mencuci merupakan kata kerja karena menunjukkan kegiatan.


B. Kata Kerja Aktif

Kata kerja aktif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek melakukan suatu kegiatan atau tindakan.

Biasanya kata kerja aktif menggunakan awalan me-, mem-, men-, meng-, atau meny-.

Contoh:

  1. Rani membaca buku.
  2. Ibu memasak nasi.
  3. Ayah mencuci mobil.
  4. Budi menulis surat.
  5. Siti menyapu lantai.

Pada kalimat:

Rani membaca buku.

  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.
  • membaca = kata kerja aktif.
  • buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.

C. Kata Kerja Pasif

Kata kerja pasif adalah kata kerja yang menunjukkan bahwa subjek dikenai atau menerima suatu tindakan.

Kata kerja pasif sering menggunakan awalan di-.

Contoh:

  1. Buku dibaca oleh Rani.
  2. Nasi dimasak oleh Ibu.
  3. Mobil dicuci oleh Ayah.
  4. Surat ditulis oleh Budi.
  5. Lantai disapu oleh Siti.

Pada kalimat:

Buku dibaca oleh Rani.

  • Buku = sesuatu yang dikenai kegiatan.
  • dibaca = kata kerja pasif.
  • Rani = orang yang melakukan kegiatan.

Cara mudah mengingat:

๐ŸŸข Aktif = melakukan
๐Ÿ”ต Pasif = dikenai kegiatan















F. Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Pasif

Kalimat aktif dapat diubah menjadi kalimat pasif.

Contoh 1

Aktif: Ibu memasak nasi.
⬇️
Pasif: Nasi dimasak oleh Ibu.

Contoh 2

Aktif: Ayah mencuci mobil.
⬇️
Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.

Contoh 3

Aktif: Siti membaca buku.
⬇️
Pasif: Buku dibaca oleh Siti.

Contoh 4

Aktif: Budi menulis surat.
⬇️
Pasif: Surat ditulis oleh Budi.


G. Mengubah Kalimat Pasif Menjadi Aktif

Kalimat pasif juga dapat diubah menjadi kalimat aktif.

Contoh 1

Pasif: Bola ditendang oleh Raka.
⬇️
Aktif: Raka menendang bola.

Contoh 2

Pasif: Buku dibaca oleh Siti.
⬇️
Aktif: Siti membaca buku.

Contoh 3

Pasif: Mobil dicuci oleh Ayah.
⬇️
Aktif: Ayah mencuci mobil.


H. Kosakata Baru

Kata kerja: kata yang menunjukkan kegiatan atau tindakan.

Aktif: melakukan suatu kegiatan.

Pasif: dikenai atau menerima suatu kegiatan.

Pelaku: orang yang melakukan suatu kegiatan.

Tindakan: kegiatan yang dilakukan.

Awalan: bagian yang ditambahkan pada awal kata, seperti me- dan di-.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:

A. Berilah tanda A untuk kata kerja aktif dan P untuk kata kerja pasif!

  1. Ibu memasak nasi. (___)
  2. Buku dibaca oleh Rina. (___)
  3. Ayah mencuci mobil. (___)
  4. Lantai disapu oleh Siti. (___)
  5. Budi menulis surat. (___)

B. Lingkarilah kata kerja pada kalimat berikut!

  1. Kakak membawa tas ke sekolah.
  2. Adik bermain bola di halaman.
  3. Buku itu dibaca oleh Dita.
  4. Ibu membeli buah.
  5. Kue dimakan oleh Andi.

C. Ubahlah kalimat aktif menjadi kalimat pasif!

  1. Ibu memasak nasi.
    Jawab: __________________________
  2. Ayah mencuci mobil.
    Jawab: __________________________
  3. Siti membaca buku.
    Jawab: __________________________

D. Ubahlah kalimat pasif menjadi kalimat aktif!

  1. Bola ditendang oleh Raka.
    Jawab: __________________________
  2. Surat ditulis oleh Budi.
    Jawab: __________________________ 


ร˜ Jawaban atau uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi:

SENIN, 5 OKTOBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal     : Senin, 5 Oktober 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Menganalisis masalah dalam kehidupan sehari-hari
Pertemuan ke   : 2


ร˜  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga

ร˜  Tujuan Pembelajaran: Murid dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.

    ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

    1. Mengidentifikasi permasalahan sederhana yang terjadi di lingkungan keluarga.
    2. Menghubungkan permasalahan keluarga dengan nilai-nilai Pancasila.
    3. Menentukan sila Pancasila yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
    4. Menjelaskan sikap yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan.
    5. Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.

๐Ÿ“Œ MATERI PENDIDIKAN PANCASILA

ร˜  Model: Discovery Learning
ร˜  Metode pembelajaran : Tanya jawab, pengamatan, diskusi, dan penugasan
ร˜  Media Pembelajaran/Alat Peraga:  LKPD, Video pembelajaran
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! ๐Ÿ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Lima sila Pancasila memiliki simbol pada perisai Garuda Pancasila. Nilai-nilai Pancasila dapat kita hubungkan dengan mengenal Allah melalui Asmaul Husna Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. 
  • Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan. Kita menerapkan nilai Pancasila dengan menghargai teman, menyayangi sesama, dan hidup rukun.
  • Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Kita menerapkan nilai Pancasila dengan menaati aturan, bermusyawarah, menghargai pendapat, dan menjaga persatuan.
  • Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita bersyukur atas rezeki Allah dengan berbagi, membantu teman, bersikap adil, dan tidak membeda-bedakan orang lain.
  •  


    Pancasila terdiri dari lima sila.

    ⭐ Bintang → Ketuhanan Yang Maha Esa

    ⛓️ Rantai → Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    ๐ŸŒณ Pohon Beringin → Persatuan Indonesia

    ๐Ÿ‚ Kepala Banteng → Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

    ๐ŸŒพ Padi dan Kapas → Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.




    Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga



    Pancasila tidak hanya perlu dihafalkan, tetapi juga diterapkan ketika menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, terkadang terdapat masalah sederhana, seperti berebut mainan, tidak mau membantu orang tua, bertengkar dengan saudara, atau tidak mau mendengarkan pendapat anggota keluarga.

    Ketika menghadapi masalah, kita perlu menyelesaikannya dengan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

    ⭐ 1. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-1

    Ketuhanan Yang Maha Esa

    Contoh masalah:

    • Adik mengganggu kakak yang sedang salat.
    • Ada anggota keluarga yang tidak mau berdoa sebelum makan.

    Sikap yang tepat:

    • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
    • Mengingatkan dengan cara yang baik.
    • Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan.

    ⛓️ 2. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-2

    Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    Contoh masalah:

    • Kakak mengejek adiknya.
    • Adik berbicara kasar kepada Bunda.
    • Saudara tidak mau membantu ketika anggota keluarga membutuhkan bantuan.

    Sikap yang tepat:

    • Berbicara dengan sopan.
    • Tidak mengejek atau menyakiti saudara.
    • Menyayangi dan membantu anggota keluarga.

    ๐ŸŒณ 3. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-3

    Persatuan Indonesia

    Contoh masalah:

    • Kakak dan adik bertengkar ketika bermain.
    • Anggota keluarga tidak mau bekerja sama membersihkan rumah.

    Sikap yang tepat:

    • Hidup rukun dan saling menyayangi.
    • Mau bekerja sama.
    • Menyelesaikan masalah tanpa bertengkar.

    ๐Ÿ‚ 4. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-4

    Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

    Contoh masalah:

    • Kakak dan adik berbeda pendapat saat memilih acara televisi.
    • Anggota keluarga ingin menentukan kegiatan yang berbeda.

    Sikap yang tepat:

    • Mendengarkan pendapat orang lain.
    • Berdiskusi atau bermusyawarah.
    • Tidak memaksakan kehendak.
    • Menerima keputusan bersama.

    ๐ŸŒพ 5. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-5

    Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    Contoh masalah:

    • Kakak dan adik berebut makanan.
    • Tugas membersihkan rumah hanya diberikan kepada satu orang.
    • Saudara tidak mau berbagi.

    Sikap yang tepat:

    • Mau berbagi.
    • Membagi tugas dengan adil.
    • Tidak berebut.
    • Menghargai hak anggota keluarga.

    ร˜ Contoh Analisis Masalah

    Masalah:
    Dina dan adiknya berebut mainan. Mereka saling menarik mainan dan mulai bertengkar.

    Pertanyaan:

    1. Apa masalah yang terjadi?
    2. Apakah sikap mereka sudah baik?
    3. Nilai Pancasila apa yang seharusnya diterapkan?
    4. Apa yang sebaiknya mereka lakukan?

    Penyelesaian:
    Dina dan adiknya sebaiknya tidak bertengkar dan mau bergantian menggunakan mainan. Mereka dapat menyelesaikan masalah dengan rukun dan adil.


    ร˜ Soal Asesmen / Post Test


    ร˜ Kunci Jawaban/uraian: 

    ร˜ Kesimpulan dan refleksi:

    About

    Mengenai Saya

    Foto Saya
    Nur Aisyah, S. Pd.
    Lihat profil lengkapku