Nama Guru : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd.
Mata Pelajaran : Pendidikan Anti Korupsi
Hari, Tanggal : Rabu, 30 September 2026
Fase/Kelas : A/II
Materi : Sikap Disiplin
Pertemuan ke : 4 (Sumatif Harian 2)
รCapaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal dan menerapkan perilaku disiplin dalam kehidupan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
รTujuan Pembelajaran:
Menjelaskan arti sikap disiplin dengan sederhana.
Menyebutkan contoh sikap disiplin di sekolah.
Menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah.
Menunjukkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.
Mindful (Berkesadaran) Murid mampu memahami arti sikap disiplin dengan menyadari pentingnya menaati aturan dan melakukan kegiatan tepat waktu, baik di sekolah maupun di rumah.
Meaningful (Bermakna) Murid mampu menyebutkan dan menjelaskan contoh sikap disiplin di sekolah dan di rumah serta menghubungkannya dengan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.
Joyful (Menyenangkan)
Murid mampu menunjukkan perilaku disiplin melalui kegiatan sehari-hari dengan penuh tanggung jawab dan antusias melalui aktivitas pembelajaran yang menyenangkan.
ร Alur Tujuan Pembelajaran:
Menjelaskan arti sikap disiplin dengan sederhana.
Menyebutkan contoh sikap disiplin di sekolah.
Menyebutkan contoh sikap disiplin di rumah.
Menunjukkan perilaku disiplin dalam kegiatan sehari-hari.
๐ MATERI PENDIDIKAN PANCASILA
รModel/Metode pembelajaran: Discovery Learning
รMedia Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! ๐ Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐คฒ Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
๐ Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq
Al-Khaliq (Maha Pencipta) Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan waktu dan kegiatan yang teratur. Kita dapat menerapkan disiplin dengan datang tepat waktu, menjaga kebersihan, dan merapikan barang setelah digunakan.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai) Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Kita belajar disiplin dengan menaati aturan, baik di rumah maupun di sekolah, serta melaksanakan tugas dengan tertib.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita bersyukur atas rezeki Allah dengan menggunakan waktu dengan baik, tidak membuang-buang makanan, dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
Disiplin adalah sikap taat dan patuh terhadap aturan serta melakukan sesuatu dengan tertib dan tepat waktu.
Anak yang disiplin akan berusaha melakukan kewajibannya dengan baik dan mengikuti aturan yang telah ditentukan.
๐ซ Contoh Sikap Disiplin di Sekolah
Beberapa contoh sikap disiplin di sekolah yaitu:
Datang ke sekolah tepat waktu.
Memakai seragam sesuai aturan.
Mengikuti pembelajaran dengan tertib.
Mendengarkan guru saat menjelaskan.
Mengerjakan tugas tepat waktu.
Membuang sampah pada tempatnya.
Merapikan alat belajar setelah digunakan.
Mematuhi aturan sekolah.
๐ Contoh Sikap Disiplin di Rumah
Contoh sikap disiplin di rumah antara lain:
Bangun tidur tepat waktu.
Merapikan tempat tidur.
Makan sesuai waktu.
Belajar sesuai jadwal.
Merapikan mainan setelah bermain.
Membantu orang tua sesuai tugas.
Tidur tepat waktu.
๐ก Mengapa Kita Harus Disiplin?
Sikap disiplin membuat kita:
๐ฑ Menjadi anak yang tertib. ๐ฑ Belajar menjadi anak yang bertanggung jawab. ๐ฑ Dapat menggunakan waktu dengan baik. ๐ฑ Dipercaya oleh orang lain. ๐ฑ Terbiasa melakukan hal-hal yang baik.
Nama Guru : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd.
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal : Rabu, 30 September 2026
Fase/Kelas : A/II
Materi : Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Pertemuan ke : 8
รCapaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga
รTujuan Pembelajaran: Murid dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di rumah.
Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.
ร Alur Tujuan Pembelajaran
Mengidentifikasi permasalahan sederhana yang terjadi di lingkungan keluarga.
Menghubungkan permasalahan keluarga dengan nilai-nilai Pancasila.
Menentukan sila Pancasila yang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.
Menjelaskan sikap yang sebaiknya dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan.
Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.
๐ MATERI PENDIDIKAN PANCASILA
รModel: Discovery Learning
รMetode pembelajaran : Tanya jawab, pengamatan, diskusi, dan penugasan
รMedia Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! ๐ Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐คฒ Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Lima sila Pancasila memiliki simbol pada perisai Garuda Pancasila. Nilai-nilai Pancasila dapat kita hubungkan dengan mengenal Allah melalui Asmaul Husna Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq.
Al-Khaliq (Maha Pencipta) Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan. Kita menerapkan nilai Pancasila dengan menghargai teman, menyayangi sesama, dan hidup rukun.
Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai) Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Kita menerapkan nilai Pancasila dengan menaati aturan, bermusyawarah, menghargai pendapat, dan menjaga persatuan.
Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki) Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita bersyukur atas rezeki Allah dengan berbagi, membantu teman, bersikap adil, dan tidak membeda-bedakan orang lain.
Pancasila terdiri dari lima sila.
⭐ Bintang → Ketuhanan Yang Maha Esa
⛓️ Rantai → Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
๐ณ Pohon Beringin → Persatuan Indonesia
๐ Kepala Banteng → Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
๐พ Padi dan Kapas → Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
๐ฎ๐ฉ Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi juga untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga
Pancasila tidak hanya perlu dihafalkan, tetapi juga diterapkan ketika menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Di lingkungan keluarga, terkadang terdapat masalah sederhana, seperti berebut mainan, tidak mau membantu orang tua, bertengkar dengan saudara, atau tidak mau mendengarkan pendapat anggota keluarga.
Ketika menghadapi masalah, kita perlu menyelesaikannya dengan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
⭐ 1. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-1
Ketuhanan Yang Maha Esa
Contoh masalah:
Adik mengganggu kakak yang sedang salat.
Ada anggota keluarga yang tidak mau berdoa sebelum makan.
Sikap yang tepat:
Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
Mengingatkan dengan cara yang baik.
Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah kegiatan.
⛓️ 2. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-2
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Contoh masalah:
Kakak mengejek adiknya.
Adik berbicara kasar kepada Bunda.
Saudara tidak mau membantu ketika anggota keluarga membutuhkan bantuan.
Sikap yang tepat:
Berbicara dengan sopan.
Tidak mengejek atau menyakiti saudara.
Menyayangi dan membantu anggota keluarga.
๐ณ 3. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-3
Persatuan Indonesia
Contoh masalah:
Kakak dan adik bertengkar ketika bermain.
Anggota keluarga tidak mau bekerja sama membersihkan rumah.
Sikap yang tepat:
Hidup rukun dan saling menyayangi.
Mau bekerja sama.
Menyelesaikan masalah tanpa bertengkar.
๐ 4. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-4
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Contoh masalah:
Kakak dan adik berbeda pendapat saat memilih acara televisi.
Anggota keluarga ingin menentukan kegiatan yang berbeda.
Sikap yang tepat:
Mendengarkan pendapat orang lain.
Berdiskusi atau bermusyawarah.
Tidak memaksakan kehendak.
Menerima keputusan bersama.
๐พ 5. Permasalahan yang Berkaitan dengan Sila ke-5
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contoh masalah:
Kakak dan adik berebut makanan.
Tugas membersihkan rumah hanya diberikan kepada satu orang.
Saudara tidak mau berbagi.
Sikap yang tepat:
Mau berbagi.
Membagi tugas dengan adil.
Tidak berebut.
Menghargai hak anggota keluarga.
ร Contoh Analisis Masalah
Masalah: Dina dan adiknya berebut mainan. Mereka saling menarik mainan dan mulai bertengkar.
Pertanyaan:
Apa masalah yang terjadi?
Apakah sikap mereka sudah baik?
Nilai Pancasila apa yang seharusnya diterapkan?
Apa yang sebaiknya mereka lakukan?
Penyelesaian: Dina dan adiknya sebaiknya tidak bertengkar dan mau bergantian menggunakan mainan. Mereka dapat menyelesaikan masalah dengan rukun dan adil.
Nama Guru : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd.
Mata Pelajaran : Matematika
Hari, Tanggal : Selasa, 29 September 2026
Fase/Kelas : A/II
Materi : Operasi pengurangan sampai 100
Pertemuan ke : 2
ร Capaian Pembelajaran:
Murid mampu menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
ร Tujuan Pembelajaran:
Murid mampu melakukan operasi pengurangan bilangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret, nilai tempat puluhan dan satuan, serta menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan, memperhatikan bilangan yang dikurangi, dan menghitung dengan teliti.
Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pengurangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi jumlah pensil, buku, buah, atau benda lainnya.
Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar pengurangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, berhitung bersama, dan tantangan pengurangan secara menyenangkan.
ร Alur Tujuan Pembelajaran
Mengenal pengurangan sebagai kegiatan mengambil atau mengurangi sejumlah benda.
Mengurangi bilangan menggunakan benda konkret.
Mengurangkan bilangan satuan dengan satuan.
Mengurangkan bilangan puluhan dengan puluhan.
Mengurangkan bilangan dua angka sampai 100.
Memahami pengurangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
Menyelesaikan pengurangan tanpa meminjam.
Mengenal pengurangan dengan meminjam secara sederhana.
Menyelesaikan soal pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.
๐ MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100
ร Model/Metode Pembelajaran
Model: Discovery Learning Metode:Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.
ร Media Pembelajaran/Alat Peraga
LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.
ร Apersepsi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ธ
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! ๐
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐คฒ
Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨
Anak-anak, Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan jumlah yang berbeda-beda. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang jumlah benda kita berkurang karena digunakan atau diberikan kepada orang lain.
Coba bayangkan, Ibu mempunyai 35 pensil, kemudian 5 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?
Nah, hari ini kita akan belajar operasi pengurangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret dan permainan angka agar belajar menjadi mudah dan menyenangkan. ๐
A. Apa Itu Pengurangan?
Pengurangan adalah kegiatan mengambil atau mengurangi sebagian dari suatu jumlah.
Tanda pengurangan adalah: −
Tanda sama dengan adalah: =
Contoh:
5 − 2 = 3
Artinya, dari 5 benda diambil 2 benda, sehingga tersisa 3 benda.
B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret
Perhatikan contoh berikut.
๐๐๐๐๐ − ๐๐ = ๐๐๐
Jadi:
5 − 2 = 3
Contoh lainnya:
✏️✏️✏️✏️✏️✏️ − ✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️
Jadi:
6 − 2 = 4
C. Pengurangan Berdasarkan Puluhan dan Satuan
Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.
Contoh:
48 − 25
Bilangan 48 terdiri dari:
4 puluhan = 40
8 satuan = 8
Bilangan 25 terdiri dari:
2 puluhan = 20
5 satuan = 5
Kita kurangkan puluhan dan satuan.
40 − 20 = 20
8 − 5 = 3
Jadi:
48 − 25 = 23
D. Contoh Pengurangan Tanpa Meminjam
Contoh 1
46 − 23 = ...
Puluhan:
40 − 20 = 20
Satuan:
6 − 3 = 3
Jadi:
46 − 23 = 23
Contoh 2
57 − 24 = ...
Puluhan:
50 − 20 = 30
Satuan:
7 − 4 = 3
Jadi:
57 − 24 = 33
E. Pengurangan dengan Meminjam
Jika angka satuan yang dikurangi lebih besar daripada satuan pada bilangan yang dikurangi, kita dapat meminjam 1 puluhan.
Contoh:
42 − 15 = ...
Satuan:
2 tidak dapat dikurangi 5.
Kita pinjam 1 puluhan dari 4 puluhan.
4 puluhan menjadi 3 puluhan.
1 puluhan = 10 satuan.
Jadi:
12 − 5 = 7
Kemudian:
30 − 10 = 20
Jadi:
42 − 15 = 27
Contoh lainnya
53 − 28 = ...
Satuan:
3 tidak dapat dikurangi 8.
Pinjam 1 puluhan.
53 menjadi 4 puluhan dan 13 satuan.
13 − 8 = 5
40 − 20 = 20
Jadi:
53 − 28 = 25
F. Pengurangan Bersusun
Pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun.
Contoh:
47
− 25
----
22
Langkah:
Kurangkan satuan: 7 − 5 = 2.
Kurangkan puluhan: 4 − 2 = 2.
Jadi, 47 − 25 = 22.
Contoh dengan meminjam
42
− 15
----
27
Langkah:
Satuan: 2 tidak dapat dikurangi 5.
Pinjam 1 puluhan sehingga 2 menjadi 12.
12 − 5 = 7.
Puluhan: 3 − 1 = 2.
Jadi, 42 − 15 = 27.
G. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengurangan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh 1
Dina mempunyai 35 pensil. Ia memberikan 12 pensil kepada temannya.
Berapa pensil Dina yang tersisa?
35 − 12 = 23
Jadi, pensil Dina yang tersisa adalah 23 pensil.
Contoh 2
Di perpustakaan terdapat 50 buku cerita. Sebanyak 18 buku dipinjam siswa.
Berapa buku yang masih ada?
50 − 18 = 32
Jadi, buku yang masih ada adalah 32 buku.
๐ INGAT!
Pengurangan = mengambil atau mengurangi.
Contoh:
20 − 5 = 15
Jika mengurangkan bilangan dua angka:
➡️ Perhatikan puluhan. ➡️ Perhatikan satuan. ➡️ Hitung dengan teliti. ➡️ Jika satuan tidak cukup dikurangi, lakukan peminjaman 1 puluhan.
ร Soal Asesmen / Post Test:
A. Hitunglah dengan tepat!
15 − 4 = ....
18 − 6 = ....
27 − 5 = ....
36 − 12 = ....
45 − 23 = ....
58 − 14 = ....
67 − 25 = ....
74 − 32 = ....
82 − 41 = ....
95 − 53 = ....
B. Pengurangan dengan Meminjam
32 − 15 = ....
41 − 26 = ....
53 − 28 = ....
62 − 37 = ....
71 − 45 = ....
84 − 29 = ....
90 − 46 = ....
73 − 38 = ....
65 − 27 = ....
92 − 57 = ....
ร Kunci Jawaban/uraian:
ร Kesimpulan dan refleksi
Refleksi Pembelajaran : Pembelajaran Matematika pada hari ini dilaksanakan dengan materi operasi hitung pengurangan bilangan kurang dari 100 dengan cara meminjam. Kegiatan diikuti oleh 22 peserta didik dari 23 peserta didik, sedangkan 1 peserta didik tidak hadir. Sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami langkah-langkah pengurangan dengan cara meminjam dan mengerjakan soal sesuai dengan prosedur yang telah dipelajari. Namun, terdapat 7 peserta didik yang masih memerlukan bimbingan, terutama dalam memahami proses meminjam dari nilai tempat puluhan serta melakukan pengurangan pada nilai tempat satuan. Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan dengan baik dan peserta didik mengikuti kegiatan dengan antusias.
Kendala Pembelajaran : Kendala yang ditemukan yaitu 7 peserta didik masih mengalami kesulitan dalam melakukan operasi hitung pengurangan dengan cara meminjam. Beberapa peserta didik masih kurang teliti dalam menentukan angka yang harus dipinjam dari puluhan dan mengurangi angka pada tempat satuan. Selain itu, terdapat 1 peserta didik yang tidak hadir sehingga belum mengikuti pembelajaran.
Solusi/Tindak Lanjut : Guru memberikan bimbingan secara bertahap kepada 7 peserta didik dengan menggunakan contoh soal sederhana dan benda konkret untuk membantu memahami konsep meminjam. Peserta didik diarahkan untuk mengikuti langkah-langkah pengurangan secara berurutan, mulai dari satuan kemudian puluhan. Pada pembelajaran berikutnya, peserta didik yang masih mengalami kesulitan akan diberikan latihan tambahan dan pendampingan secara khusus agar lebih terampil dan teliti dalam melakukan operasi hitung pengurangan dengan cara meminjam.
Kesimpulan : Pembelajaran Matematika dengan materi operasi hitung pengurangan bilangan kurang dari 100 dengan cara meminjam telah dilaksanakan dengan baik dan diikuti oleh 22 dari 23 peserta didik. Sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami dan menerapkan langkah-langkah pengurangan dengan cara meminjam. Namun, terdapat 7 peserta didik yang masih memerlukan bimbingan dalam memahami proses meminjam dan menyelesaikan soal dengan tepat. Peserta didik yang belum menguasai materi akan diberikan penguatan, latihan tambahan, dan pendampingan agar dapat mencapai tujuan pembelajaran.