topbella

Rabu, 23 September 2026

KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Seni Rupa
Hari, Tanggal     : Kamis, 24 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Perbedaan warna
Pertemuan ke   : 6


ร˜  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

ร˜  Tujuan Pembelajaran: Menyebutkan unsur-unsur rupa dalam karya seni rupa. (Perbedaan warna gelap, terang, panas dan dingin)

    - Mindful (Berkesadaran) : Murid dapat mengamati dan mengenali perbedaan warna gelap, terang, panas, dan dingin pada benda atau karya seni di sekitarnya dengan teliti.

    - Meaningful (Bermakna) : Murid dapat menghubungkan warna gelap, terang, panas, dan dingin dengan kehidupan sehari-hari, seperti warna langit, bunga, buah, pakaian, dan benda di lingkungan sekitar.

    - Joyful (Menyenangkan) : Murid dapat mengenal warna gelap, terang, panas, dan dingin melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan mencocokkan warna, mengelompokkan warna, mewarnai, dan membuat karya seni sederhana.

ร˜  Alur Tujuan Pembelajaran: 

1. Murid dapat mengenal berbagai warna yang terdapat pada benda dan karya seni di lingkungan sekitar.

2. Murid dapat membedakan warna gelap dan warna terang melalui pengamatan sederhana.

3. Murid dapat mengenal dan menyebutkan warna yang termasuk kelompok warna panas dan dingin.

4. Murid dapat mengelompokkan warna menjadi gelap, terang, panas, dan dingin dengan tepat.

๐Ÿ“Œ MATERI SENI RUPA

ร˜  Model/Metode pembelajaran: Problem Based Learning
ร˜  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Benda di lingkungan sekitar


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! ๐Ÿ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar mengenal dan mensyukuri berbagai warna ciptaan Allah.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan alam dengan berbagai warna yang indah. Kita dapat mengamati warna terang dan gelap pada benda-benda di sekitar sebagai bukti keindahan ciptaan Allah.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Allah menciptakan berbagai keadaan dan suasana. Kita dapat mengenal warna panas dan warna dingin yang memberikan kesan berbeda pada sebuah karya seni.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Berbagai tumbuhan, buah, dan bunga yang Allah berikan memiliki warna yang beragam. Kita dapat mensyukurinya dengan mengamati dan menggunakan warna gelap, terang, panas, dan dingin dalam karya seni.

Anak-anak hebat, mari kita belajar dengan semangat, ceria, dan penuh rasa syukur!
Semoga melalui pembelajaran hari ini kita semakin mengenal kebesaran Allah dan mampu menghargai keindahan ciptaan-Nya. ๐Ÿ’–๐ŸŒˆ

 


MATERI SENI RUPA

Warna Gelap, Terang, Panas, Dingin, dan Netral
A. Apa Itu Warna?
Warna adalah salah satu unsur seni rupa yang dapat membuat gambar menjadi lebih indah dan menarik. Kita dapat melihat berbagai warna pada benda-benda di sekitar kita. Contohnya:

  • ๐ŸŽ Apel berwarna merah.
  • ๐ŸŒฟ Daun berwarna hijau.
  • ☀️ Matahari berwarna kuning.
  • ๐ŸŒŠ Air laut sering digambarkan berwarna biru.

Warna dapat dikelompokkan menjadi warna gelap, warna terang, Warna netral, warna panas, dan warna dingin.

B. Warna Gelap 
Warna gelap adalah warna yang terlihat lebih pekat dan tidak banyak terkena cahaya. Contoh warna gelap:

  • Hitam
  • Biru tua
  • Hijau tua
  • Merah tua
  • Ungu tua
  • Cokelat tua

๐Ÿ–️ Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

Langit pada malam hari terlihat gelap. Batang pohon juga dapat terlihat berwarna cokelat tua. 
Cara membuat warna menjadi lebih gelap: Warna dapat dibuat lebih gelap dengan menambahkan warna hitam sedikit demi sedikit.

Contoh:

  • Merah + sedikit hitam → merah tua
  • Biru + sedikit hitam → biru tua
  • Hijau + sedikit hitam → hijau tua

C. Warna Terang
Warna terang adalah warna yang terlihat cerah dan banyak memantulkan cahaya.
Contoh warna terang:

  • Putih
  • Kuning
  • Merah muda
  • Biru muda
  • Hijau muda
  • Jingga muda

๐Ÿ–️ Contoh dalam kehidupan sehari-hari:

Awan pada siang hari terlihat putih. Bunga berwarna kuning juga terlihat cerah. 
Cara membuat warna menjadi lebih terang : Warna dapat dibuat lebih terang dengan menambahkan warna putih. 
Contoh:

  • Merah + putih → merah muda
  • Biru + putih → biru muda
  • Hijau + putih → hijau muda

D. Warna Panas

Warna panas adalah warna yang memberikan kesan hangat, bersemangat, kuat, dan berani.

Contoh warna panas:
๐Ÿ”ด Merah
๐ŸŸ  Jingga
๐ŸŸก Kuning

Warna-warna tersebut mengingatkan kita pada api dan matahari.

Contoh:

  • Api ๐Ÿ”ฅ → merah, jingga, kuning
  • Matahari ☀️ → kuning
  • Buah jeruk ๐ŸŠ → jingga

Kesan warna panas:
❤️ Berani
๐Ÿ˜Š Semangat
๐Ÿ”ฅ Hangat
⚡ Energik

E. Warna Dingin

Warna dingin adalah warna yang memberikan kesan sejuk, tenang, damai, dan nyaman.

Contoh warna dingin:
๐Ÿ”ต Biru
๐ŸŸข Hijau
๐ŸŸฃ Ungu

Warna-warna tersebut mengingatkan kita pada air, langit, dan pepohonan.

Contoh:

  • Air laut ๐ŸŒŠ → biru
  • Langit ☁️ → biru
  • Daun ๐ŸŒฟ → hijau
  • Pegunungan ๐Ÿ”️ → hijau

F. Warna Netral

Warna netral adalah warna yang tidak termasuk kelompok warna panas atau dingin dan biasanya mudah dipadukan dengan warna lain.

Contoh:

  • Hitam
  • Putih
  • Abu-abu
  • Cokelat

⚪⚫ Kesan warna netral: sederhana, tenang, dan seimbang.

Contoh dalam kehidupan: warna kertas putih, batu abu-abu, dan tanah cokelat.

⭐ Ingat!

  • Gelap dan terang → menunjukkan tingkat terang-gelapnya warna.
  • Netral → warna yang bersifat sederhana dan mudah dipadukan.
  • Panas → mengingatkan kita pada api dan matahari. ๐Ÿ”ฅ☀️
  • Dingin → mengingatkan kita pada air, langit, dan tumbuhan. ๐Ÿ’ง๐ŸŒฟ

ร˜ Asesmen

ร˜  Kunci jawaban dan uraian:

๐Ÿ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran


KAMIS, 24 SEPTEMBER 2026

 IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Matematika
Hari, Tanggal     : Kamis, 24 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Operasi Penjumlahan sampai 100
Pertemuan ke   : 5


ร˜  Capaian Pembelajaran: Murid mampu menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

ร˜  Tujuan Pembelajaran: Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama, memperhatikan bilangan yang dijumlahkan, serta menghitung secara teliti agar memperoleh hasil yang benar.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan operasi penjumlahan dengan kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah pensil, buku, buah, mainan, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar penjumlahan melalui permainan kartu angka, benda konkret, kegiatan berhitung bersama, dan menyelesaikan tantangan penjumlahan dengan cara yang menyenangkan.

ร˜  Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengenal penjumlahan sebagai kegiatan menggabungkan dua kelompok benda.
  2. Menjumlahkan bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Menjumlahkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Menjumlahkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Menjumlahkan bilangan dua angka dengan hasil sampai 100.
  6. Memahami penjumlahan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan penjumlahan tanpa menyimpan.
  8. Mengenal penjumlahan dengan menyimpan secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal penjumlahan dalam kehidupan sehari-hari.

๐Ÿ“Œ MATERI MATEMATIKA

ร˜  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
ร˜  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! ๐Ÿ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar memahami bahwa Allah menciptakan, menguasai, dan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita juga dapat belajar menjumlahkan bilangan dengan teliti.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta)
    Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Allah menciptakan berbagai benda di sekitar kita. Kita dapat belajar berhitung dengan menggunakan benda-benda ciptaan Allah, seperti buah, daun, dan batu untuk melakukan penjumlahan.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai)
    Allah adalah Al-Malik, Maha Merajai dan Menguasai seluruh alam. Kita belajar berhitung dengan teliti dan tertib, misalnya menggabungkan 20 buah dengan 15 buah menjadi 35 buah.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki)
    Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita dapat menggunakan contoh makanan atau buah sebagai rezeki dari Allah untuk belajar penjumlahan, misalnya 25 apel + 10 apel = 35 apel.

Nah, hari ini kita akan belajar operasi hitung  penjumlahan bilangan sampai 100. Kita akan belajar dengan benda konkret dan prermainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. ๐ŸŒŸ

 

A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih menjadi satu jumlah.

Tanda penjumlahan adalah: +

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh: 3 + 2 = 5

Artinya, 3 benda digabung dengan 2 benda sehingga menjadi 5 benda.


B. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ + ๐ŸŽ๐ŸŽ = ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

Jadi: 3 + 2 = 5

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️ + ✏️✏️✏️ = 7

Jadi: 4 + 3 = 7


C. Penjumlahan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh: 34 + 25

Bilangan 34 terdiri dari:

  • 3 puluhan = 30
  • 4 satuan = 4

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita jumlahkan puluhan dan satuan.

30 + 20 = 50

4 + 5 = 9

Jadi:

34 + 25 = 59


D. Contoh Penjumlahan Tanpa Menyimpan

Contoh 1

23 + 14 = ...

Puluhan: 20 + 10 = 30

Satuan: 3 + 4 = 7

Jadi: 23 + 14 = 37


Contoh 2

42 + 25 = ...

Puluhan: 40 + 20 = 60

Satuan: 2 + 5 = 7

Jadi: 42 + 25 = 67


E. Penjumlahan dengan Menyimpan

Jika jumlah satuan 10 atau lebih, maka 10 satuan dapat ditukar menjadi 1 puluhan.

Contoh: 27 + 15

Jumlahkan satuannya: 7 + 5 = 12

12 satuan terdiri dari: 1 puluhan dan 2 satuan

Kemudian jumlahkan puluhannya: 2 puluhan + 1 puluhan + 1 puluhan = 4 puluhan

Jadi: 27 + 15 = 42


Contoh lainnya

38 + 24 = ...

Satuan: 8 + 4 = 12

12 satuan = 1 puluhan + 2 satuan

Puluhan: 3 + 2 + 1 = 6

Jadi: 38 + 24 = 62


F. Penjumlahan Bersusun

Penjumlahan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  24
+ 35
----
59

Langkah:

  1. Jumlahkan satuan: 4 + 5 = 9
  2. Jumlahkan puluhan: 2 + 3 = 5
  3. Jadi, 24 + 35 = 59

Contoh dengan menyimpan

  27
+ 15
----
  42

Langkah:

  1. Satuan: 7 + 5 = 12
  2. Tulis angka 2 pada tempat satuan.
  3. Simpan 1 puluhan.
  4. Puluhan: 2 + 1 + 1 = 4
  5. Jadi, 27 + 15 = 42.

G. Penjumlahan dalam Kehidupan Sehari-hari

Penjumlahan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 25 pensil.
Ibu memberikan lagi 13 pensil.

Berapa jumlah pensil Dina sekarang?

25 + 13 = 38

Jadi, jumlah pensil Dina adalah 38 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 42 buku cerita.
Kemudian datang 18 buku baru.

Berapa jumlah buku sekarang?

42 + 18 = 60

Jadi, jumlah buku sekarang adalah 60 buku.


๐ŸŒŸ INGAT!

Penjumlahan = menggabungkan atau menambahkan.

Contoh: 20 + 5 = 25

Jika menjumlahkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan
➡️ Perhatikan satuan
➡️ Hitung dengan teliti

Jika jumlah satuan mencapai 10 atau lebih, kita dapat melakukan penyimpanan ke puluhan.


ร˜  Soal Asesmen:

ร˜  Kunci jawaban dan uraian:


๐Ÿ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran


Selasa, 22 September 2026

RABU, 23 SEPTEMBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Seni Rupa 
Hari, Tanggal     : Rabu, 23 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
   Materi                : Outing Class Membuat Batik
Pertemuan ke   : 1

ร˜  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mengenal dan menghargai keberagaman budaya Indonesia melalui kegiatan mengamati, mengeksplorasi, dan membuat karya sederhana yang terinspirasi dari batik. Peserta didik mampu mengenali motif, warna, alat, bahan, serta proses sederhana pembuatan batik dan menunjukkan sikap bangga, peduli, serta menghargai budaya Indonesia.

ร˜  Tujuan Pembelajaran: Mengenal, mengamati, dan menjelaskan motif, warna, alat, bahan, serta proses sederhana pembuatan batik, kemudian membuat motif batik sederhana dan menunjukkan sikap kreatif serta menghargai batik sebagai salah satu budaya Indonesia.

ร˜  Alur Tujuan Pembelajaran: 

  1. Mengenal batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia.
  2. Mengidentifikasi berbagai motif, bentuk, garis, dan warna yang terdapat pada batik.
  3. Mengenal alat dan bahan sederhana yang digunakan dalam proses pembuatan batik.
  4. Mengamati dan menjelaskan secara sederhana tahapan pembuatan batik berdasarkan hasil kunjungan.
  5. Menunjukkan sikap menghargai karya pengrajin batik dan keberagaman budaya Indonesia.
  6. Mempraktikkan pembuatan motif batik sederhana melalui kegiatan menggambar atau mewarnai.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi, anak-anak sholeh dan sholehah Kelas 2B SD Al-Azhar 2. ๐ŸŒท

Apa kabarnya hari ini?

Alhamdulillah... Luar biasa... Allahu Akbar! ๐Ÿคฒ✨

Semoga hari ini kita semua diberikan kesehatan, kebahagiaan, semangat belajar, dan menjadi anak-anak yang baik, kreatif, serta mencintai budaya Indonesia.

๐Ÿ’› Sebelum kegiatan dimulai, jangan lupa adabnya ya:

๐Ÿ˜Š Senyum dan memberi salam.
๐Ÿ™ Berdoa sebelum kegiatan.
๐Ÿ‘‚ Mendengarkan penjelasan guru dan pengrajin batik.
✋ Mengangkat tangan sebelum bertanya.
๐Ÿค Saling menghormati dan menyayangi teman.
๐ŸŒฑ Menjaga kebersihan dan lingkungan sekitar.
๐Ÿงต Tidak menyentuh atau menggunakan peralatan batik tanpa izin.

๐ŸŒบ Rincian Kegiatan Kokurikuler Kunjungan Batik

Tema: “Mengenal dan Menghargai Budaya Indonesia melalui Batik”
Kelas: 2B SD Al-Azhar 2 Bandar Lampung
Tempat: Pengrajin Batik Gabovira

1. Penyambutan dan Pengarahan

Kegiatan diawali dengan:

  • Berkumpul bersama guru dan teman-teman.

  • Berdoa sebelum kegiatan.

  • Mendengarkan sambutan dan arahan dari guru serta pengrajin batik.

  • Mengenal tujuan kegiatan kunjungan batik.

  • Mengenal aturan dan tata tertib selama berada di tempat pengrajin batik.

  • Mengingatkan siswa untuk menjaga sikap, kebersihan, dan keamanan selama kegiatan.

Siswa diajak memahami bahwa kegiatan kunjungan bukan hanya untuk bermain, tetapi juga sebagai kesempatan untuk belajar secara langsung tentang budaya Indonesia.

2. Mengenal Batik sebagai Budaya Indonesia ๐ŸŽจ

Siswa diajak mengenal batik dengan cara mengamati dan mendengarkan penjelasan dari pengrajin.

Siswa dapat:

  • Mengenal pengertian sederhana tentang batik.

  • Mengenal batik sebagai salah satu budaya Indonesia.

  • Mengamati berbagai motif batik.

  • Mengenal bentuk dan pola yang terdapat pada kain batik.

  • Mengenal berbagai warna yang digunakan dalam batik.

  • Mengetahui bahwa setiap daerah di Indonesia dapat memiliki motif batik yang berbeda.

  • Menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia.

Kegiatan ini dapat dikaitkan dengan pembelajaran Seni Rupa, Pendidikan Pancasila, dan Bahasa Indonesia, khususnya dalam mengenal karya seni, keberagaman budaya, serta kemampuan mengamati dan menceritakan pengalaman.

3. Mengenal Alat dan Bahan Membatik ๐Ÿงต

Siswa diajak melihat secara langsung alat dan bahan yang digunakan untuk membuat batik.

Siswa dapat mengenal:

  • Kain yang digunakan untuk membatik.

  • Canting.

  • Malam/lilin batik.

  • Pewarna.

  • Berbagai alat pendukung lainnya.

  • Motif atau pola batik.

Pengrajin memberikan penjelasan sederhana mengenai fungsi alat dan bahan tersebut serta bagaimana penggunaannya dalam proses pembuatan batik.

Siswa diingatkan untuk tidak menyentuh alat atau bahan tanpa izin, terutama alat yang membutuhkan kehati-hatian dalam penggunaannya.

4. Mengamati Proses Pembuatan Batik ๐Ÿ–Œ️

Siswa mengamati secara langsung proses pembuatan batik yang dilakukan oleh pengrajin.

Rangkaian kegiatan dapat meliputi:

  • Mengamati kain yang akan diberi motif.

  • Mengamati proses membuat atau menggambar pola.

  • Mengamati penggunaan canting.

  • Mengamati proses pemberian malam.

  • Mengamati proses pewarnaan.

  • Mengenal tahapan hingga kain menjadi batik yang siap digunakan.

Siswa diberikan pemahaman bahwa membuat batik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan ketekunan.

5. Praktik Membuat Motif Batik Sederhana ๐ŸŒธ

Dengan bimbingan guru dan pengrajin, siswa dapat melakukan kegiatan praktik sederhana.

Siswa dapat:

  • Mengenal dan memilih motif sederhana.

  • Menggambar pola atau motif batik.

  • Mengembangkan kreativitas melalui bentuk dan garis.

  • Memberikan warna pada motif batik.

  • Membuat karya dengan rapi dan hati-hati.

Kegiatan praktik ini bertujuan agar siswa mendapatkan pengalaman langsung dalam membuat karya seni yang terinspirasi dari budaya Indonesia.

6. Mengenal Nilai dan Makna di Balik Batik ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Siswa diajak memahami bahwa batik bukan sekadar kain bermotif indah, tetapi merupakan bagian dari budaya Indonesia yang perlu dikenal, dihargai, dijaga, dan dilestarikan.

Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk:

  • Bangga menggunakan dan mengenal batik Indonesia.

  • Menghargai karya para pengrajin.

  • Menghargai keberagaman motif dan budaya Indonesia.

  • Menjaga warisan budaya agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

  • Mengembangkan rasa cinta terhadap budaya bangsa.

7. Refleksi dan Berbagi Pengalaman ๐ŸŒฑ

Setelah kegiatan selesai, siswa diajak melakukan refleksi sederhana.

Guru dapat mengajak siswa menjawab pertanyaan:

  • Apa yang kamu ketahui tentang batik hari ini?

  • Alat apa saja yang kamu lihat?

  • Bagaimana proses membuat batik?

  • Motif batik apa yang paling kamu sukai?

  • Apa yang kamu rasakan setelah mengunjungi pengrajin batik?

  • Mengapa kita harus menghargai dan melestarikan batik Indonesia?

Siswa dapat menceritakan pengalaman mereka kepada guru dan teman-teman.

๐ŸŒŸ Refleksi/Kesimpulan Pembelajaran

Kesimpulan Materi

Batik merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki beragam motif, bentuk, garis, dan warna. Dalam proses pembuatannya, batik membutuhkan alat dan bahan seperti kain, canting, malam, dan pewarna. Membuat batik membutuhkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, dan ketekunan. Melalui kegiatan outing class, peserta didik dapat mengenal proses pembuatan batik secara langsung serta belajar menghargai karya pengrajin dan keberagaman budaya Indonesia. Batik perlu dikenal, dihargai, dijaga, dan dilestarikan sebagai bagian dari budaya bangsa.

Refleksi Pembelajaran

Pembelajaran Seni Rupa melalui kegiatan outing class mengenal dan membuat batik diikuti oleh 21 peserta didik Kelas 2B, sedangkan 2 peserta didik tidak dapat mengikuti kegiatan karena sakit. Kegiatan dilaksanakan di luar sekolah dengan mengunjungi pengrajin batik untuk mengenal batik sebagai salah satu budaya Indonesia. Peserta didik yang mengikuti kegiatan terlihat senang, gembira, dan antusias selama kegiatan berlangsung. Peserta didik aktif mengamati berbagai motif batik, mengenal alat dan bahan yang digunakan, menyimak proses pembuatan batik, serta mengikuti kegiatan praktik dengan baik. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung, menyenangkan, dan bermakna bagi peserta didik.

Kesimpulan Keseluruhan

Kegiatan outing class diikuti oleh 21 dari 23 peserta didik Kelas 2B, sementara  2 peserta didik tidak mengikuti kegiatan karena sakit. Kegiatan berlangsung dengan baik, tertib, dan menyenangkan. Peserta didik mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dengan mengenal batik, motif batik, alat dan bahan, proses pembuatan batik, serta mempraktikkan pembuatan motif sederhana. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan semakin kreatif, percaya diri, serta memiliki rasa bangga dan cinta terhadap budaya Indonesia.

About

Mengenai Saya

Foto Saya
Nur Aisyah, S. Pd.
Lihat profil lengkapku