topbella

Selasa, 06 Oktober 2026

RABU, 7 OKTOBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Pendidikan Pancasila
Hari, Tanggal     : Rabu, 7 Oktober 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Aturan di lingkungan keluarga
Pertemuan ke   : 2

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

ร˜ Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat menjelaskan aturan di lingkungan keluarga

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak dan mengamati permasalahan sederhana yang terjadi dalam kehidupan keluarga dengan tertib.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan permasalahan yang terjadi di rumah dengan nilai-nilai Pancasila dan pengalaman sehari-hari.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar melalui gambar, cerita sederhana, diskusi, permainan mencocokkan masalah dengan sila Pancasila, dan praktik mencari solusi.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengertian aturan.
  2. Mengidentifikasi aturan di lingkungan keluarga.
  3. Membedakan perilaku mematuhi dan melanggar aturan.
  4. Menjelaskan manfaat mematuhi aturan.
  5. Menunjukkan sikap mematuhi aturan dalam kehidupan sehari-hari.

 

๐Ÿ“Œ MATERI:Mematuhi Aturan di Lingkungan Keluarga

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, pengamatan, diskusi, penugasan, dan refleksi.

ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, gambar kegiatan di lingkungan keluarga, video pembelajaran.


ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! ๐Ÿ’–

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat Dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini diberikan kemudahan dan keberkahan. ๐Ÿคฒ

Anak-anak, siapa yang setiap pagi merapikan tempat tidur? Siapa yang meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum bermain?

Mengapa kita harus melakukan hal tersebut?

Di rumah terdapat aturan yang harus kita patuhi agar keluarga hidup tertib, nyaman, dan rukun.

Hari ini kita akan belajar tentang mematuhi aturan di lingkungan keluarga, mengetahui contoh aturannya, manfaat mematuhinya, serta akibat jika kita tidak mematuhi aturan.

Materi



A. Apa Itu Aturan?

Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kehidupan menjadi tertib, aman, dan nyaman.

Aturan dapat ditemukan di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.

Di dalam keluarga, aturan dibuat agar semua anggota keluarga dapat hidup rukun, tertib, saling menghormati, dan bertanggung jawab.

B. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

Contoh aturan yang dapat dilakukan di rumah:

  • Bangun dan tidur tepat waktu.
  • Merapikan tempat tidur setelah bangun.
  • Berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan.
  • Berbicara dengan sopan kepada orang tua.
  • Meminta izin sebelum bermain atau pergi.
  • Membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.
  • Menjaga kebersihan rumah.
  • Merapikan mainan setelah digunakan.
  • Tidak bertengkar dengan saudara.
  • Mendengarkan nasihat Ayah dan Bunda.
  • Makan dengan tertib.
  • Menggunakan barang milik keluarga dengan baik.

C. Sikap Mematuhi Aturan

Mematuhi aturan berarti melakukan sesuatu sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati atau diberikan oleh orang tua.

Contoh:

Aturan: Merapikan mainan setelah bermain.
Sikap: Setelah bermain, kita mengembalikan mainan ke tempatnya.

Aturan: Meminta izin sebelum bermain di luar.
Sikap: Kita meminta izin kepada Ayah atau Bunda sebelum pergi bermain.

Aturan: Membantu orang tua.
Sikap: Kita membantu merapikan meja makan atau menyapu sesuai kemampuan.

D. Manfaat Mematuhi Aturan

Jika semua anggota keluarga mematuhi aturan, kehidupan di rumah menjadi:

๐ŸŒท Tertib
๐ŸŒท Aman
๐ŸŒท Nyaman
๐ŸŒท Bersih
๐ŸŒท Rukun
๐ŸŒท Saling menyayangi

Mematuhi aturan juga merupakan bentuk tanggung jawab dan menghormati anggota keluarga.

E. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi:

  • Rumah menjadi tidak tertib.
  • Pekerjaan menjadi terbengkalai.
  • Orang lain merasa terganggu.
  • Terjadi pertengkaran.
  • Lingkungan menjadi kotor.
  • Kita dapat mendapat teguran dari orang tua.

Oleh karena itu, kita harus berusaha mematuhi aturan dengan penuh tanggung jawab.


๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ F. Aturan Keluarga dan Nilai-Nilai Pancasila

Mematuhi aturan di rumah merupakan salah satu bentuk penerapan nilai-nilai Pancasila.

⭐ Sila ke-1 – Ketuhanan Yang Maha Esa
Contoh: berdoa sebelum makan dan menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.

⛓️ Sila ke-2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Contoh: berbicara sopan dan menyayangi anggota keluarga.

๐ŸŒณ Sila ke-3 – Persatuan Indonesia
Contoh: hidup rukun dan bekerja sama membersihkan rumah.

๐Ÿ‚ Sila ke-4 – Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Contoh: berdiskusi dan mendengarkan pendapat anggota keluarga.

๐ŸŒพ Sila ke-5 – Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Contoh: berbagi dan melaksanakan tugas rumah dengan adil.


๐ŸŒธ G. Contoh Perilaku di Rumah

Perhatikan contoh berikut!

1. Rani selesai bermain. Ia segera merapikan mainannya.

➡️ Rani mematuhi aturan.

2. Budi ingin bermain di luar rumah. Ia meminta izin kepada Bunda.

➡️ Budi mematuhi aturan.

3. Siti diminta membantu merapikan meja makan, tetapi ia tidak mau.

➡️ Siti belum mematuhi aturan.

4. Ali dan kakaknya bekerja sama membersihkan kamar.

➡️ Ali dan kakaknya mematuhi aturan dan bekerja sama.

๐ŸŒŸ Ingat!

Aturan → Dipatuhi → Rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi juga diamalkan melalui perilaku sehari-hari di keluarga.


ร˜ Soal Latihan/Asesmen:

Perhatikan cerita berikut!

Setelah bermain, Fikri meninggalkan mainannya berserakan di ruang keluarga. Bunda sudah mengingatkan Fikri untuk merapikan mainannya, tetapi Fikri tidak melakukannya.

Pertanyaan:

  1. Aturan apa yang seharusnya dilakukan Fikri?
  2. Apakah Fikri sudah mematuhi aturan?
  3. Apa akibat dari sikap Fikri?
  4. Apa yang sebaiknya dilakukan Fikri?


ร˜ Kunci Jawaban/uraian: 

ร˜ Kesimpulan dan refleksi:

Senin, 05 Oktober 2026

SELASA, 6 OKTOBER 2026

IDENTITAS
Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Matematika
Hari, Tanggal     : Selasa, 6 Oktober 2026
Fase/Kelas         : A/II
   Materi                : Operasi pengurangan sampai 100
Pertemuan ke   : 4

ร˜ Capaian Pembelajaran:

Murid mampu menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).


 ร˜ Tujuan Pembelajaran:

Murid mampu melakukan operasi pengurangan bilangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret, nilai tempat puluhan dan satuan, serta menyelesaikan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan, memperhatikan bilangan yang dikurangi, dan menghitung dengan teliti.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan pengurangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengurangi jumlah pensil, buku, buah, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar pengurangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, berhitung bersama, dan tantangan pengurangan secara menyenangkan.

ร˜ Alur Tujuan Pembelajaran

  1. Mengenal pengurangan sebagai kegiatan mengambil atau mengurangi sejumlah benda.
  2. Mengurangi bilangan menggunakan benda konkret.
  3. Mengurangkan bilangan satuan dengan satuan.
  4. Mengurangkan bilangan puluhan dengan puluhan.
  5. Mengurangkan bilangan dua angka sampai 100.
  6. Memahami pengurangan berdasarkan nilai tempat puluhan dan satuan.
  7. Menyelesaikan pengurangan tanpa meminjam.
  8. Mengenal pengurangan dengan meminjam secara sederhana.
  9. Menyelesaikan soal pengurangan dalam kehidupan sehari-hari.

 

๐Ÿ“Œ MATERI: OPERASI PENJUMLAHAN SAMPAI 100

ร˜ Model/Metode Pembelajaran

Model: Discovery Learning
Metode:
Tanya jawab, demonstrasi, diskusi, permainan kartu angka, penggunaan benda konkret, dan latihan.


ร˜ Media Pembelajaran/Alat Peraga

LKPD, kartu angka, stik es krim/benda konkret, gambar benda, papan nilai tempat puluhan dan satuan, serta video pembelajaran.

 

ร˜ Apersepsi

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. ๐ŸŒธ

Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! ๐Ÿ’–


Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. memberikan kesehatan, kemudahan, dan ilmu yang bermanfaat. Aamiin. ๐Ÿคฒ

Sebelum belajar, mari kita berdoa, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar pembelajaran hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah Swt. menciptakan berbagai benda dengan jumlah yang berbeda-beda. Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang jumlah benda kita berkurang karena digunakan atau diberikan kepada orang lain.

Coba bayangkan, Ibu mempunyai 35 pensil, kemudian 5 pensil diberikan kepada teman. Berapa pensil yang tersisa?

Nah, hari ini kita akan belajar operasi pengurangan sampai 100 dengan menggunakan benda konkret dan permainan angka agar belajar menjadi mudah dan menyenangkan. ๐ŸŒŸ

 






A. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil atau mengurangi sebagian dari suatu jumlah.

Tanda pengurangan adalah: −

Tanda sama dengan adalah: =

Contoh:

5 − 2 = 3

Artinya, dari 5 benda diambil 2 benda, sehingga tersisa 3 benda.


B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret

Perhatikan contoh berikut.

๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ − ๐ŸŽ๐ŸŽ = ๐ŸŽ๐ŸŽ๐ŸŽ

Jadi:

5 − 2 = 3

Contoh lainnya:

✏️✏️✏️✏️✏️✏️ − ✏️✏️ = ✏️✏️✏️✏️

Jadi:

6 − 2 = 4


C. Pengurangan Berdasarkan Puluhan dan Satuan

Bilangan dua angka terdiri atas puluhan dan satuan.

Contoh:

48 − 25

Bilangan 48 terdiri dari:

  • 4 puluhan = 40
  • 8 satuan = 8

Bilangan 25 terdiri dari:

  • 2 puluhan = 20
  • 5 satuan = 5

Kita kurangkan puluhan dan satuan.

40 − 20 = 20

8 − 5 = 3

Jadi:

48 − 25 = 23


D. Contoh Pengurangan Tanpa Meminjam

Contoh 1

46 − 23 = ...

Puluhan:

40 − 20 = 20

Satuan:

6 − 3 = 3

Jadi:

46 − 23 = 23

Contoh 2

57 − 24 = ...

Puluhan:

50 − 20 = 30

Satuan:

7 − 4 = 3

Jadi:

57 − 24 = 33


E. Pengurangan dengan Meminjam

Jika angka satuan yang dikurangi lebih besar daripada satuan pada bilangan yang dikurangi, kita dapat meminjam 1 puluhan.

Contoh:

42 − 15 = ...

Satuan:

2 tidak dapat dikurangi 5.

Kita pinjam 1 puluhan dari 4 puluhan.

4 puluhan menjadi 3 puluhan.

1 puluhan = 10 satuan.

Jadi:

12 − 5 = 7

Kemudian:

30 − 10 = 20

Jadi:

42 − 15 = 27

Contoh lainnya

53 − 28 = ...

Satuan:

3 tidak dapat dikurangi 8.

Pinjam 1 puluhan.

53 menjadi 4 puluhan dan 13 satuan.

13 − 8 = 5

40 − 20 = 20

Jadi:

53 − 28 = 25


F. Pengurangan Bersusun

Pengurangan dapat dilakukan dengan cara bersusun.

Contoh:

  47
− 25
----
  22

Langkah:

  1. Kurangkan satuan: 7 − 5 = 2.
  2. Kurangkan puluhan: 4 − 2 = 2.
  3. Jadi, 47 − 25 = 22.

Contoh dengan meminjam

  42
− 15
----
  27

Langkah:

  1. Satuan: 2 tidak dapat dikurangi 5.
  2. Pinjam 1 puluhan sehingga 2 menjadi 12.
  3. 12 − 5 = 7.
  4. Puluhan: 3 − 1 = 2.
  5. Jadi, 42 − 15 = 27.

G. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pengurangan banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh 1

Dina mempunyai 35 pensil.
Ia memberikan 12 pensil kepada temannya.

Berapa pensil Dina yang tersisa?

35 − 12 = 23

Jadi, pensil Dina yang tersisa adalah 23 pensil.

Contoh 2

Di perpustakaan terdapat 50 buku cerita.
Sebanyak 18 buku dipinjam siswa.

Berapa buku yang masih ada?

50 − 18 = 32

Jadi, buku yang masih ada adalah 32 buku.


๐ŸŒŸ INGAT!

Pengurangan = mengambil atau mengurangi.

Contoh:

20 − 5 = 15

Jika mengurangkan bilangan dua angka:

➡️ Perhatikan puluhan.
➡️ Perhatikan satuan.
➡️ Hitung dengan teliti.
➡️ Jika satuan tidak cukup dikurangi, lakukan peminjaman 1 puluhan.


ร˜ Soal Asesmen / Post Test:

ร˜ Kunci Jawaban/uraian:


ร˜ Kesimpulan dan refleksi


About

Mengenai Saya

Foto Saya
Nur Aisyah, S. Pd.
Lihat profil lengkapku