π Metode dan Media ajar
- Metode/ Model pembelajaran : Discovery Learning
- Media ajar : Video pembelajaran, LKPD
π Capaian Pembelajaran (CP):
- Bahasa Indonesia: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural.
- Matematika: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
π Tujuan Pembelajaran (TP)
- Bahasa Indoensia: Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar.
- Matematika: Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100
π Alur Tujuan Pembelajaran (ATP):
Bahasa Indonesia:
- Mendengarkan percakapan dengan penuh perhatian.
- Menyebutkan informasi pokok (siapa, apa, kapan, di mana) yang terdapat dalam percakapan.
- Menemukan kata atau kalimat yang menunjukkan perasaan tokoh dalam percakapan
- Mengenali dan menyebutkan jenis perasaan (senang, sedih, marah, takut, bangga, malu) yang disampaikan dalam percakapan.
Matematika:
- Membaca dan menuliskan bilangan cacah sampai 100 dengan benar
- Menghubungkan lambang bilangan dengan banyak benda sampai 100 secara tepat.
- Memperkirakan banyak benda dan membandingkan hasil perkiraan dengan jumlah sebenarnya.
- Membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 100 menggunakan intuisi bilangan.
- Menentukan bilangan yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak dalam berbagai situasi sederhana
Baik, pada pertemuan sebelumnya kita telah mengenal bendera negara kita serta mendengarkan percakapan yang berkaitan dengan perasaan. Hari ini kita akan belajar mengenal berbagai macam jenis perasaan serta intuisi bilangan cacah sampai 100. Dengarkan penjelasan Bu Guru dengan baik, kerjakan tugas dengan teliti, dan tetap semangat ya! π
Selamat belajar, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! Semangat Selalu! π
Simaklah video pembelajaran di atas dengan seksama!
“Pernahkah kalian merasakan perasaan seperti pada video?”
“Pada saat apa kalian merasa sedih?”
Apa itu Perasaan?
Perasaan adalah sesuatu yang kita rasakan saat mengalami suatu kejadian. Setiap orang bisa memiliki perasaan yang berbeda.
Macam-Macam Perasaan
Nama Perasaan | Contoh Ekspresi | Contoh Kalimat Sederhana | Gambar |
Senang | Wajah tersenyum | Saya senang karena bermain bersama teman. | π |
Sedih | Wajah menangis atau murung | Saya sedih saat mainan saya rusak. | π’ |
Marah | Wajah cemberut atau kesal | Saya marah karena pensil saya diambil adik. | π |
Takut | Wajah tegang, mata membesar | Saya takut saat lampu kamar mati. | π¨ |
Terkejut | Wajah kaget | Saya terkejut saat mendapat hadiah ulang tahun. | π² |
Cara Menyampaikan Perasaan dengan Baik
- Berbicara dengan sopan.
- Mengatakan apa yang dirasakan dengan jujur.
- Mendengarkan teman saat berbicara.
- Meminta bantuan jika merasa sedih atau takut.
Menemukan Informasi Penting dari Percakapan
Percakapan adalah kegiatan berbicara antara dua orang atau lebih untuk saling menyampaikan informasi, pendapat, atau perasaan.
Informasi penting adalah hal utama yang ingin disampaikan dalam percakapan. Saat mendengarkan percakapan, kita dapat menemukan:
1. Siapa yang berbicara?
2. Apa yang sedang dibicarakan?
3. Di mana percakapan terjadi?
4. Kapan peristiwa terjadi? (jika ada)
5. Bagaimana perasaan tokoh dalam percakapan?
Hubungan Percakapan dengan Perasaan
Saat mendengarkan percakapan, kita dapat mengetahui perasaan tokoh melalui kata-kata dan ekspresi yang mereka sampaikan.
Contoh:
- "Aku sangat senang hari ini." → π Senang
- "Aku sedih karena kehilangan buku." → π’ Sedih
- "Aku takut gelap." → π¨ Takut
- "Aku bangga bisa membaca lancar." → π Bangga
π Materi Matematika:
A. Mengenal Intuisi Bilangan (Number Sense)
Intuisi bilangan (number sense) adalah kemampuan memahami makna suatu bilangan. Siswa tidak hanya mengenal angka, tetapi juga memahami bahwa angka menunjukkan banyaknya suatu benda.
Contoh:
1. Angka 15 berarti ada lima belas benda.
2. Angka 40 berarti ada empat puluh benda.
3. Angka 100 berarti ada seratus benda.
Bilangan digunakan untuk menghitung benda di sekitar kita, seperti buku, pensil, buah, atau teman di kelas.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari
- Di rak terdapat 28 buku.
- Di meja ada 15 pensil.
- Di halaman sekolah tumbuh 42 bunga.
Semakin besar bilangannya, semakin banyak jumlah bendanya.
B. Memperkirakan Banyak Benda
Memperkirakan adalah menebak jumlah benda yang mendekati jumlah sebenarnya tanpa menghitung satu per satu.
Saat memperkirakan, kita dapat melihat:
- ukuran kumpulan benda,
- banyak sedikitnya benda,
- kelompok benda yang terlihat.
Contoh:
π Sekelompok apel tampak memenuhi satu keranjang kecil.
Perkiraan:
"Menurutku ada sekitar 20 apel."
Kemudian dihitung bersama.
Jumlah sebenarnya: 22 apel.
Artinya perkiraan sudah cukup dekat.
C. Menghubungkan Lambang Bilangan dengan Banyak Benda
Setiap lambang bilangan menunjukkan banyaknya benda.
Contoh:
⭐ 18 → ada 18 bintang.
π 25 → ada 25 apel.
π 42 → ada 42 buku.
Semakin banyak bendanya, semakin besar bilangan yang digunakan.
Contoh
Jika terdapat:
π€π€π€π€π€π€π€π€
Jumlah anak ayam = 8
Lambang bilangannya adalah 8.
D. Membandingkan Banyak Benda dan Bilangan
Membandingkan berarti menentukan mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak.
Gunakan tanda:
- > = lebih besar dari
- < = lebih kecil dari
- = = sama dengan
Contoh 1
Kelompok A = 35 bola
Kelompok B = 42 bola
Karena 42 lebih banyak daripada 35, maka: 35 < 42
Contoh 2
Kelas A memiliki 28 siswa.
Kelas B memiliki 28 siswa.
Maka: 28 = 28
Contoh 3
Kotak merah berisi 67 pensil.
Kotak biru berisi 54 pensil.
Maka: 67 > 54
E. Menjelaskan Hasil Perkiraan
Setelah memperkirakan, siswa dapat menjelaskan alasan hasil perkiraannya dengan kalimat sederhana.
Contoh:
"Gelas ini saya perkirakan berisi sekitar 30 kelereng karena terlihat hampir penuh."
"Menurut saya ada sekitar 18 buku di meja karena saya melihat ada beberapa tumpukan buku."
"Saya memperkirakan ada sekitar 50 daun karena jumlahnya cukup banyak."
Tidak masalah jika hasil perkiraan berbeda sedikit dari jumlah sebenarnya. Yang penting dapat memberikan alasan yang masuk akal.
LKPD:









