topbella

Senin, 31 Agustus 2026

IDENTITAS

Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
Mata Pelajaran  : Matematika
Hari, Tanggal     : Selasa, 1 September 2026
Fase/Kelas         : A/II
Materi                : Komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 100
Pertemuan ke   : 1


Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mamp menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid mampu Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan.

  • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak penjelasan guru dengan saksama serta memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan pada suatu bilangan.
  • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan konsep komposisi dan dekomposisi bilangan dengan benda-benda yang ada di sekitar, seperti stik es krim, kelereng, pensil, atau benda lainnya.
  • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan melalui permainan kartu angka, benda konkret, serta kegiatan memasangkan bilangan dengan bentuk puluhan dan satuannya.

Ø  Alur Tujuan Pembelajaran:

  1. Mengidentifikasi nilai tempat puluhan dan satuan.
  2. Mengenal konsep komposisi bilangan.
  3. Menyusun bilangan berdasarkan puluhan dan satuan.
  4. Mengenal konsep dekomposisi bilangan.
  5. Mengurai bilangan menjadi puluhan dan satuan.
  6. Menyelesaikan latihan komposisi dan dekomposisi bilangan dalam kehidupan sehari-hari.

πŸ“Œ MATERI MATEMATIKA

Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran, Benda Konkret (stik es krim)


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar memahami bahwa Allah menciptakan, menguasai, dan memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita juga dapat belajar menyusun dan mengurai bilangan dengan teliti.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Kita dapat mengamati jumlah benda ciptaan Allah dan menyusun bilangan dari beberapa bagian, misalnya 5 dapat disusun dari 2 dan 3.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita belajar mengurai bilangan menjadi beberapa bagian, misalnya 7 dapat diurai menjadi 5 dan 2.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita dapat menggunakan contoh makanan atau buah sebagai benda untuk menyusun dan mengurai bilangan, serta mensyukuri rezeki yang Allah berikan.

Nah, hari ini kita akan belajar menyusun dan mengurai bilangan sampai 100 melalui kegiatan komposisi dan dekomposisi bilangan. Kita akan belajar dengan benda konkret dan permainan angka agar lebih mudah dan menyenangkan. 🌟

 


A. Apa Itu Komposisi Bilangan?

Komposisi bilangan adalah kegiatan menyusun beberapa bagian menjadi satu bilangan.

Bilangan dapat disusun berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

30 + 5 = 35

  • 30 = 3 puluhan
  • 5 = 5 satuan

Jadi:

3 puluhan + 5 satuan = 35

Contoh lainnya:

  • 20 + 7 = 27
  • 40 + 3 = 43
  • 50 + 8 = 58
  • 70 + 6 = 76
  • 90 + 4 = 94

B. Apa Itu Dekomposisi Bilangan?

Dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan sebuah bilangan menjadi beberapa bagian.

Bilangan diuraikan berdasarkan puluhan dan satuan.

Contoh:

35 = 30 + 5

  • 3 puluhan = 30
  • 5 satuan = 5

Jadi:

35 = 30 + 5

Contoh lainnya:

  • 27 = 20 + 7
  • 43 = 40 + 3
  • 58 = 50 + 8
  • 76 = 70 + 6
  • 94 = 90 + 4

C. Hubungan Komposisi dan Dekomposisi

Komposisi dan dekomposisi adalah kebalikan.

Komposisi: menyusun
➡️ 40 + 6 = 46

Dekomposisi: menguraikan
➡️ 46 = 40 + 6

Jadi, kita dapat menyusun dan mengurai bilangan menggunakan puluhan dan satuan.


D. Contoh Bilangan sampai 100

Bilangan

Puluhan

Satuan

Dekomposisi

12

10

2

10 + 2

25

20

5

20 + 5

34

30

4

30 + 4

47

40

7

40 + 7

53

50

3

50 + 3

68

60

8

60 + 8

75

70

5

70 + 5

82

80

2

80 + 2

96

90

6

90 + 6

100

100

0

100 + 0

 

🌟 Ingat!

Komposisi = menyusun
➡️ 60 + 7 = 67

Dekomposisi = mengurai
➡️ 67 = 60 + 7

Puluhan berada di depan, satuan berada di belakang.

Ø  Soal Asesmen:



  • Ø  Kunci jawaban dan uraian:




  • πŸ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

    Pembelajaran Matematika dengan materi Komposisi dan Dekomposisi Bilangan telah dilaksanakan dengan baik. Dari 23 murid, sebanyak 19 murid hadir dan mengikuti pembelajaran, sedangkan 4 murid tidak hadir.

    Selama pembelajaran, murid terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan mengamati, mencoba, berdiskusi, dan mengerjakan latihan. Murid belajar bahwa komposisi bilangan adalah kegiatan menggabungkan beberapa bilangan menjadi satu bilangan utuh, sedangkan dekomposisi bilangan adalah kegiatan menguraikan suatu bilangan menjadi beberapa bagian.

    Murid memahami bahwa bilangan dapat disusun dari beberapa bagian (komposisi) dan diuraikan menjadi beberapa bagian (dekomposisi). Melalui kegiatan latihan dan permainan, murid diharapkan semakin terampil dalam menyusun dan menguraikan bilangan dengan tepat serta mampu menjelaskan cara memperoleh jawabannya.

    Tindak lanjut:
    Empat murid yang tidak hadir akan diberikan kesempatan untuk mempelajari kembali materi komposisi dan dekomposisi bilangan melalui bahan ajar dan latihan yang telah disiapkan. Guru juga akan memberikan pendampingan kepada murid yang masih mengalami kesulitan agar seluruh murid dapat mencapai tujuan pembelajaran.

    IDENTITAS

    Nama Guru        : Rizal Rifa'i, S.Pd dan Nur Aisyah, S.Pd. 
    Mata Pelajaran  : B.INDONESIA
    Hari, Tanggal     : Selasa, 1 September 2026
    Fase/Kelas         : A/II
    Materi                : Kalimat dengan struktur S-P-O
    Pertemuan ke   : 3


    Ø  Capaian Pembelajaran: Murid mampu mmahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. (kalimat kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek))

    Ø  Tujuan Pembelajaran: Murid mampu memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar )kalimat dengan kombinasi S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) dengan tepat).

    • Mindful (Berkesadaran): Murid dapat menyimak percakapan dengan saksama dan menemukan informasi penting serta mengenali bagian Subjek, Predikat, dan Objek dalam kalimat.
    • Meaningful (Bermakna): Murid dapat menghubungkan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
    • Joyful (Menyenangkan): Murid dapat belajar menyusun kalimat S-P-O melalui permainan menyusun kartu kata, melengkapi kalimat, membaca percakapan, dan membuat kalimat sederhana.

    Ø  Alur Tujuan Pembelajaran: Mengidentifikasi unsur S-P-O dalam kalimat sederhana dan menyusun kalimat dengan struktur S-P-O dengan tepat.

    πŸ“Œ MATERI BAHASA INDONESIA

    Ø  Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning
    Ø  Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


    Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh
    Selamat pagi, ananda sholeh dan sholehah kelas 2.B! πŸ’–
    Apa kabar hari ini? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
    Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

    Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar memahami informasi melalui percakapan sederhana tentang diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

    1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, Maha Pencipta. Kita dapat membuat percakapan sederhana tentang ciptaan Allah dengan kalimat S-P-O, misalnya: “Ibu memasak nasi.”
    2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita dapat memahami percakapan tentang keluarga dan lingkungan dengan memperhatikan siapa yang melakukan kegiatan dan apa yang dilakukan, misalnya: “Ayah membaca buku.”
    3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, Maha Pemberi Rezeki. Kita dapat memahami percakapan tentang rezeki dan kegiatan sehari-hari, misalnya: “Ibu membeli buah.” Kita belajar mendengarkan dengan baik dan menyebutkan kalimat S-P-O dengan tepat.

    Perhatikan Video berikut!

     

     

    A. Apa Itu Kalimat?

    Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki makna.

    Contoh:

    Ibu memasak nasi.

    Kalimat tersebut memiliki tiga bagian:

    • S (Subjek): Ibu → orang yang melakukan kegiatan.
    • P (Predikat): memasak → kegiatan yang dilakukan.
    • O (Objek): nasi → sesuatu yang dikenai kegiatan.

    Jadi:

    Ibu | memasak | nasi.
      S   |        P         |  O

     

    B. Mengenal S-P-O

    1. Subjek (S)
    Subjek adalah orang atau benda yang melakukan kegiatan.

    Contoh:

    • Ayah
    • Ibu
    • Rani
    • Kakak

    2. Predikat (P)
    Predikat adalah kata yang menunjukkan kegiatan.

    Contoh:

    • membaca
    • menulis
    • membawa
    • membeli
    • mencuci

    3. Objek (O)
    Objek adalah sesuatu yang dikenai kegiatan.

    Contoh:

    • buku
    • pensil
    • makanan
    • baju
    • bola

     

    C. Contoh Kalimat S-P-O

    1. Rani membaca buku.
      S = Rani
      P = membaca
      O = buku
    2. Ayah mencuci mobil.
      S = Ayah
      P = mencuci
      O = mobil
    3. Ibu membeli sayur.
      S = Ibu
      P = membeli
      O = sayur
    4. Kakak membawa tas.
      S = Kakak
      P = membawa
      O = tas.

     

    πŸ’¬ D. Percakapan Sederhana

    Alya: “Rani, apa yang kamu lakukan?”
    Rani: “Aku membaca buku.”
    Alya: “Buku apa yang kamu baca?”
    Rani: “Aku membaca buku cerita.”

     

    Contoh kalimat S-P-O dalam percakapan:

    Aku | membaca | buku cerita.
           |                        O

    Ø  Soal Asesmen:

    Latihan soal!
    Menyusun Dan melengkapi kalimat S-P-O.

    1. bunga  -  Ibu - menyiram .          Jawab: _____________________________
    2. Ardi  - bola  - menendang.         Jawab: _____________________________
    3. piring -  mencuci - Zea.              Jawab: _____________________________
    4. Daffa ______________ sepeda.
    5. _________ membeli ___________. 


    Ø  Kunci jawaban dan uraian:

    1. Ibu menyiram bunga.
    2. Ardi menendang bola.
    3. Zea mencuci piring.
    4. Bermain
    5. Ana membeli kue.

    πŸ“Œ Refleksi / Kesimpulan Pembelajaran

    Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi Kalimat Struktur S-P-O (Subjek-Predikat-Objek) telah dilaksanakan dengan baik. Dari 23 murid, sebanyak 19 murid hadir dan mengikuti pembelajaran, sedangkan 4 murid tidak hadir.

    Selama pembelajaran, murid terlihat antusias dalam menyimak penjelasan, mengamati contoh kalimat, berdiskusi, serta mengerjakan latihan. Murid belajar mengenali Subjek (S) sebagai orang atau benda yang melakukan kegiatan, Predikat (P) sebagai kegiatan yang dilakukan, dan Objek (O) sebagai sesuatu yang dikenai kegiatan.

    Sebagian besar murid sudah mampu menyusun dan melengkapi kalimat dengan struktur S-P-O dengan tepat. Murid juga dapat menghubungkan penggunaan kalimat S-P-O dengan kegiatan sehari-hari, seperti “Ibu menyiram bunga,” “Ayah mencuci mobil,” dan “Rani makan roti.”

    Tindak lanjut:
    Terdapat 4 murid yang tidak hadir dan 1 murid yang belum memahami akan diberikan kesempatan untuk mempelajari kembali materi kalimat struktur S-P-O dan mengerjakan latihan yang telah diberikan agar dapat mengikuti pembelajaran selanjutnya.

    About

    Mengenai Saya

    Foto Saya
    Nur Aisyah, S. Pd.
    Lihat profil lengkapku